Kehangatan di Ujung Pesisir: Saat Gubernur dan Bupati Berbuka di Kelong

BINTAN – Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan keistimewaannya sendiri. Di Bintan, keistimewaan itu tidak hanya datang dari datangnya bulan penuh ampunan, tetapi juga dari kehangatan silaturahmi yang merangkul hingga ke sudut-sudut pesisir.

Pemandangan itu terlihat jelas di Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, pada Minggu, 22 Februari 2026 sore.

ADVERTISEMENT

Matahari perlahan tenggelam di ufuk barat, menandakan waktu berbuka puasa semakin dekat. Di Masjid Al Ma’ruf, riuh rendah suara warga yang menyambut tamu istimewa bercampur dengan aroma takjil.

Rangkaian kedua Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan tahun ini berlangsung berbeda, terasa lebih semarak dari biasanya.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, yang didampingi Wakil Bupati Deby Maryanti, tampak tersenyum lebar. Namun, sumber kebahagiaan kali ini bukan hanya karena bisa bersilaturahmi dengan warganya di wilayah pesisir.

Kejutan manis datang dari hadirnya Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, beserta Ketua TP PKK Kepri, Dewi Kumalasari. Kehadiran mereka sontak membuat malam itu terasa begitu istimewa bagi masyarakat Bintan Pesisir.

“Alhamdulillah, Kampung Kita Sudah Terang”

Suasana hangat langsung terasa saat Gubernur Ansar berdiri di mimbar untuk memberikan sambutan. Bukan sambutan formal, melainkan obrolan akrab layaknya keluarga besar. Pandangan pertamanya langsung tertuju pada satu hal yang paling membahagiakan hatinya: cahaya lampu yang menerangi perkampungan.

“Yang pertama, izinkan kami menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 H,” sapanya disambut antusias warga. “Kita patut bersyukur, Ramadan tahun ini kampung kita sudah terang dan listrik mengalir 24 jam.”

ADVERTISEMENT

Ucapan itu disambut gemuruh takbir dan tepuk tangan. Ya, kegembiraan itu adalah buah dari perjuangan panjang yang tidak pernah lekang oleh waktu. Gubernur Ansar melanjutkan, masih ada satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

“Tinggal satu desa lagi yang masih kita upayakan bersama Pemkab Bintan, agar saudara-saudara kita di Pulau Mapur juga bisa menikmati listrik 24 jam penuh,” janjinya, memantik harapan baru di hati warga yang mendengarnya.

Perjuangan Panjang Buah Sinergi

ADVERTISEMENT

Bupati Roby, yang duduk tak jauh dari Gubernur, mengamini pernyataan tersebut. Matanya berbinar saat mengenang perjalanan panjang pengadaan listrik di wilayahnya. Ia seperti membuka lembaran demi lembaran kenangan perjuangan yang tak mudah.

“Saya ingat betul ya, Bapak Ibu. Dari 2019, kemudian 2022, sempat Pak Gubernur juga turun langsung. Alhamdulillah, buah dari perjuangan itu sangat luar biasa,” ungkap Roby dengan nada penuh syukur.

Ia merinci satu per satu wilayah yang kini telah menikmati terang 24 jam. “Air Gelubi dari 14 jam, sekarang 24 jam. Termasuk juga di Numbing sampai ke Pulau Tenggel.” Namun, sebagai pemimpin, Roby tak ingin cepat berpuas diri.

ADVERTISEMENT

“PR kita tinggal Desa Mapur. Mohon doanya, agar semua hajat baik kita bisa segera terealisasi seutuhnya,” pintanya kepada seluruh jemaah yang hadir.

Lebih dari Sekadar Buka Puasa

Namun, kehangatan malam itu tidak hanya soal listrik. Di balik agenda safari, tersimpan makna yang lebih dalam. Roby Kurniawan menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah-tengah warga bukanlah seremoni belaka.

“Selain bersilaturahmi, Safari Ramadan kami juga bermaksud untuk melihat langsung sejauh mana progres di lapangan. Di bulan baik ini, apa yang sudah kita dapatkan kita syukuri bersama. Sekaligus kita berdoa semoga hajat-hajat yang lainnya bisa segera menyusul untuk terealisasi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, berbagai program pembangunan fisik, termasuk dermaga-dermaga di wilayah pesisir, terus digesa dan menjadi skala prioritas. Semua itu diharapkan dapat membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat.

“Kami ingin hadir lebih dekat, menyapa langsung, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta memastikan program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan warga,” tegasnya, menegaskan komitmen untuk membangun komunikasi dua arah.

Seusai sambutan, suasana semakin khusyuk. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan operasional masjid dari BRK Syariah dan beberapa bantuan lainnya. Tawa dan canda warga yang duduk lesehan di atas sajadah bercampur dengan hangatnya hidangan berbuka yang mulai disajikan.

Malam pun bertambah syahdu saat Ustad Dedi Sanjaya memberikan tausyiah Ramadan, mengingatkan jemaah akan keutamaan bulan suci. Suaranya yang menenangkan berpadu dengan semilir angin malam dari pesisir, mengantarkan jemaah untuk kemudian bersama-sama menunaikan salat Isya dan Tarawih berjemaah.

Di malam itu, Desa Kelong bukan hanya menjadi saksi bisu agenda tahunan. Ia menjadi bukti bahwa di ujung pesisir sekalipun, kehangatan Ramadan dan perhatian pemerintah dapat menyatu, menciptakan keistimewaan yang tak terlupakan.


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article
advertisement