Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 16 Mei 2022 14:04 WIB ·

Kelompok Budidaya dan Peternak Binaan PT SIKY Panen 1.000 Ekor Ikan


 Panen ikan hasil budidaya binaan PT SIKY. Foto: Istimewa Perbesar

Panen ikan hasil budidaya binaan PT SIKY. Foto: Istimewa

ADVERTISEMENT
advertisement

Program CSR yang dilakukan PT Saipem Indonesia Karimun Yard (SIKY) berupa pelatihan budidaya ikan lele melalui metode bioflok membuahkan hasil.

Hal tersebut ditandai dengan kegiatan panen 1.000 ekor ikan jenis Lele dan Koi di kolam pelatihan Kampung Ambat, Desa Pangke Barat, Meral Barat, Karimun, Kepulauan Riau, Selasa (10/5).

Program binaan PT SIKY yang dilakukan bekerja sama dengan Dinas Perikanan Karimun dan OHM Academy ini juga memberikan pelatihan terhadap budidaya ikon Koi dengan sistem RAS.

Manager OHM Academy Taufiqurrahman, mengatakan jika kedua metode yang digunakan dalam budidaya ini memberikan pengetahuan baru bagi para peternak untuk memanfaatkan teknologi masa kini.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Hasil yang dipanen berupa ikan lele dengan sistem bioflok sebanyak 500 ekor dan ikan koi dengan sistem ras juga 500 ekor,” katanya.

Seluruh hasil panen tersebut akan dibagikan kepada para peternak untuk dapat dijadikan bibit indukan.

ADVERTISEMENT

“Apalagi lagi bibit ini bibit unggul sehingga sangat memiliki potensi untuk dikembangkan,” terangnya.

Sebagai program binaan yang berkelanjutan, pihaknya juga akan menyiapkan kolam penampungan ikan yang nantinya bisa digunakan bagi para peternak.

“Jadi tempat pelatihan budidaya ini akan menjadi pilot project, dengan harapan bagi masyarakat yang tertarik dengan sistem budidaya ikan baik sistem bioflok atau ras bisa datang ke kolam pelatihan ini,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Sementara Ketua Pokdakan Insani Madani Batam, Sujianto menjelaskan bahwa sistem bioflok diciptakan untuk membudidaya ikan lele secara organik dan sehat untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Sistem tersebut juga memiliki tingkat keberhasilan mencapai 90 persen karena minim resiko.

“Tingkat keberhasilannya mencapai 90 persen, karena resikonya hanya satu yaitu listrik. Sumber kita pakai aerasi yang terus menerus digunakan, sehingga listriknya harus stabil,” jelas Sujianto.

Sujianto mengatakan, hasil panen ikan lele dengan sistem bioflok juga terbukti sangat bagus dan lebih aman dikonsumsi.

ADVERTISEMENT

Tidak hanya itu, kata dia, masa panen nya juga lebih cepat dengan sistem budidaya secara konvensional.

“Hasil uji lab, kualitas ikan lele saat panen dengan sistem bioflok dinyatakan tidak ada bakteri, ikan lebih gurih, sehat dan aman konsumsi serta ketika digoreng cenderung tidak bau lumpur dan cepat kering,” katanya.

Sebelumnya, PT Saipem Indonesia Karimun Yard menggelar pelatihan budidaya ikan lele dengan sistem bioflok dan ikan koi dengan sistem RAS sejak 29 Desember 2021 lalu.

ADVERTISEMENT

Pelatihan yang diikuti 50 peserta tersebut merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan ternama asal Italia itu, sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 36 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

BP Batam Serahkan SK Pegawai Ke PT BIB

1 Juli 2022 - 21:33 WIB

PT PLN Batam dan PT BIB Tandatangani MoU Kerja Sama Kelistrikan

30 Juni 2022 - 20:45 WIB

Dorong Transformasi Digital Indonesia, ITDRI dan BRIN Lakukan Kolaborasi Riset di Mandalika

29 Juni 2022 - 21:23 WIB

Kenaikan Harga Cabai Diperkirakan Bertahan hingga 3 Pekan ke Depan

27 Juni 2022 - 20:48 WIB

Disperindag Ungkap Penyebab Harga Cabai di Batam Tinggi

27 Juni 2022 - 19:16 WIB

Harga Cabai di Batam Masih Tinggi, Rp 100 Ribu per Kilogram

27 Juni 2022 - 18:55 WIB

Trending di Ekonomi Bisnis
advertisement