Lanal TBK dan BAIS Amankan 5 PMI Non-Prosedural di Perairan Karimun

Karimun – Tim Gabungan Quick Response Lanal Tanjung Balai Karimun (TBK) bersama Tim 3 BAIS TNI berhasil menggagalkan upaya kepulangan Pekerja Migran Indonesia Non-Prosedural (PMI-NP) dari Malaysia melalui jalur tidak resmi, Jumat, 24 April 2026.

Aksi kejar-kejaran sempat mewarnai penangkapan ini. Bermula dari kecurigaan petugas terhadap sebuah mobil Avanza hitam yang terparkir di bibir pantai Coastal Area depan Hotel 21 pada pukul 03.00 WIB, tim gabungan memantau pergerakan sebuah speed boat bermesin 40 PK yang mendekat secara senyap di bawah kegelapan malam.

ADVERTISEMENT

Saat penyergapan dilakukan pada pukul 03.15 WIB, satu orang sempat diturunkan ke darat. Speed boat tersebut sempat berupaya melarikan diri sebelum akhirnya berhasil dihentikan petugas. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 4 pria dan 1 wanita yang bersembunyi di bawah tumpukan jaring nelayan guna mengelabui petugas.

Selain mengamankan satu orang ABK berinisial B dan lima orang PMI (S, S, R, KL, dan DS), petugas juga menyita 1 unit speed boat biru bermesin 40 PK, 8 unit telepon genggam dan 4 buah tas ransel milik para PMI.

Setelah dipastikan tidak membawa narkotika melalui pemeriksaan intensif di Mako Lanal TBK, kelima PMI tersebut diserahkan ke BP3MI, sementara satu orang ABK diserahkan ke pihak Imigrasi Kelas II TPI Tg. Balai Karimun untuk proses hukum lebih lanjut.

Komandan Lanal Tanjung Balai Karimun, Letkol Laut (P) Samuel C. Noya, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi aktivitas ilegal di wilayah kerjanya.

“Penindakan ini merupakan wujud nyata sinergitas TNI AL dan BAIS TNI dalam memutus rantai pengiriman maupun kepulangan pekerja migran secara ilegal yang sangat berisiko bagi keselamatan mereka sendiri. Kami telah memetakan titik-titik rawan atau ‘jalur tikus’ di perairan Karimun,” katanya.

Lanal TBK akan terus meningkatkan intensitas patroli dan pengawasan ketat. Danlanal TBK menegaskan bawah tidak akan berkompromi terhadap segala bentuk pelanggaran hukum di laut, terutama yang melibatkan tindak pidana perdagangan orang maupun aktivitas non-prosedural lintas negara lainnya.

“Sinergi adalah kunci. Kami bersama BAIS TNI akan terus berdiri di garis depan untuk memastikan perairan Karimun bersih dari aktivitas ilegal. Penangkapan ini adalah peringatan keras bagi para pelaku penyelundupan manusia untuk tidak mencoba-coba memanfaatkan jalur laut kita,” tutupnya.

ADVERTISEMENT

Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article