Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Harlianto, menyampaikan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Kepri seharusnya memahami bahwa kehadiran kapal MV Lintas Kepri selama ini bukan hanya soal untung rugi saja. Melainkan, memenuhi fungsi untuk melayani dan membuka akses transportasi daerah yang selama ini terbatas.
“Roh-nya MV Lintas Kepri harus dikembalikan sebagai sebuah public services. Soal untung rugi bukan semata mengalihkan armadanya,” ungkapnya menanggapi masalah rencana dialihkannya rute pelayaran MV Lintas Kepri, Jumat (10/2).
Maka dari itu, ia memandang, soal rencana pengalihan rute pelayaran Tanjungpinang-Lingga, lalu rencanaya dialihkan menjadi Tanjungpinang-Malaysia itu kurang tepat. Karena, sudah menyimpang dari latar belakang diadakannya kapal tersebut sebelumnya.
“Maka dikembalikan lagi rute pelayaran ke Lingga sudah tepat dan bijak,” sebutnya.
Baca: Usai Diisukan Pindah Rute ke Malaysia, MV Lintas Kepri Segera Kembali Layani Tanjungpinang-Lingga
Kendati demikian, Legislator Kepri dapil Bintan-Lingga ini menegaskan, PT Pelabuhan Kepri sebagai perusahaan plat merah milik Pemprov Kepri harus mengelola asetnya dengan baik. Dengan menyusun strategi bisnis yang terukur sehingga dapat membantu pendapatan daerah.
Selain itu, lanjut Harlianto, karena MV Lintas Kepri merupakan aset Pemprov, maka diharapkan kedepan sistem pelaporan keuangan BUP juga harus transparan dan akuntable sesuai dengan norma usaha publik.
“Kita cukup menghargai kerja keras BUP tapi harus punya program bisnis dan manajemen yang profesional. Contoh waktu (kapal) Lintas Kepri di kerjasamakan dengan operator pemegang line ke Lingga. Bahkan, menambah juga PAD Rp 4 miliar dari bagi hasil pengoperasian,” demikian Harlianto.
Sebelumnya, setelah dikritik akhirnya MV Lintas Kepri kembali beroperasi di rute Tanjungpinang-Lingga dalam waktu dekat ini. Hal ini diungkapkan Direktur Operasional PT Pelabuhan Kepri (Perseroda) Cokky Wijaya Saputra. Menurutnya MV Lintas Kepri kini sudah selesai menjalani masa pemeliharaan (Docking).
“Di persiapkan di minggu depan,” ujar Cokky kepada kepripedia, Kamis (9/2).
“Saat ini sudah ready untuk melayani kembali, tinggal pemilihan rute dan agen saja demi kelancaran operasional MV Lintas Kepri,” tambahnya.
Direktur PT Pelabuhan Kepri Perseroda, Capt Awaluddin, menyatakan rencana pemindahan rute MV Lintas Kepri ke Malaysia hanya kajian bisnis. Wacana rute ke negeri jiran itu muncul melihat kondisi dari sisi bisnis yang tidak memungkinkan di rute Tanjungpinang-Lingga. Di mana istilah load factor kapal yang melayani rute dan waktu yang sama sehingga tidak bisa memberikan pendapatan bagi PT Pelabuhan Kepri dan hanya faktor sosialnya saja.
Baca: MV Lintas Kepri Bakal Layani Rute Baru, Tanjungpinang-Batam-Lingga
“Dalam rute (Tanjungpinang-Lingga) tersebut sudah banyak pesaing,” ujar Awaluddin dalam keterangannya, Kamis (9/2).
Ia pun optimistis MV Lintas Kepri yang kini masih menjalani pemeliharaan (docking) nantinya akan kembali menjadi acuan dan pilihan masyarakat sebagai transportasi laut rute ibu kota Provinsi Kepri ke Bunda Tanah Melayu itu.
“Ini menselaraskan program pemerintah dengan bisnis yaitu MV lintas Kepri akan segara melayani kembali Rute Tanjungpinang-Lingga,” kata dia.