Menu

Mode Gelap

Warta · 18 Jul 2023 14:27 WIB

Masyarakat Kepri Sumbang Rp 300 Miliar Kebocoran Devisa Akibat Berobat ke Luar Negeri


					Kadinkes Kepri Mohammad Bisri. Foto: Istimewa Perbesar

Kadinkes Kepri Mohammad Bisri. Foto: Istimewa

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau mencatat sekitar Rp 300 miliar uang masyarakat di daerah mengalir untuk kepentingan berobat setiap tahun.

Kepala Dinkes Kepri, Mochammad Bisri, mengungkapkan data tersebut berdasarkan laporan medical check up diperoleh pihaknya dari Malaysia dan Singapura.

ADVERTISEMENT

“Ini menandakan antusias warga Kepri berobat ke Malaysia dan Singapura dari tahun ke tahun cukup tinggi. Terutama, berkaitan dengan pengobatan penyakit jantung,” ungkapnya, Senin (17/7).

Ia menjelaskan, alasan masyarakat Kepri lebih tertarik berobat ke Malaysia dan Singapura, karena fasilitas dan pelayanan kesehatan yang diberikan disana relatif lebih lengkap dan cepat.

Padahal, dari sisi biaya berobat disana relatif jauh lebih mahal dibandingkan di dalam negeri. Seperti, biaya operasi jantung di Indonesia sekitar Rp150 juta, sementara di luar negeri hingga Rp250 juta.

“Misalnya. pasien yang hendak operasi jantung di Malaysia cuma membutuhkan waktu sekitar belasan hari setelah menjalani medical check up. Sementara, di dalam negeri perlu waktu berbulan-bulan antre untuk operasi jantung,” terangnya.

Diakui Bisri, dari segi fasilitas dan pelayanan kesehatan rumah sakit, khususnya penyakit jantung di Kepri belum memadai. Bahkan, tidak hanya jantung, dokter spesialis lainnya juga masih banyak yang kurang, seperti paru-paru hingga radiologi.

Oleh karena itu, Pemprov Kepri terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan guna mencegah warga setempat berobat luar negeri. Dengan secara bertahap menyekolahkan sejumlah dokter spesialis ke perguruan tinggi dalam negeri.

Baik dengan emberikan kemudahan melalui program beasiswa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) maupun secara mandiri

ADVERTISEMENT

“Di Kepri, yang kuota dokter spesialis lumayan terpenuhi saat ini Kabupaten Karimun. Itu karena sejak dulu pemkab di sana sudah rutin menyekolahkan dokter spesialis,” imbuh Bisri.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Tutup Diklat BST-KLM dan SKK 60, Ini Pesan Kepala KSOP Kelas I TBK ke Peserta

14 Juli 2024 - 10:43 WIB

IMG 20240714 WA0005 11zon

Menaker RI Resmikan Satpel Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Batam, Peluang Turunkan TPT

11 Juli 2024 - 14:49 WIB

Menaker RI Ida Fauziyah Resmikan Satpel Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Batam

Pemprov Kepri Kucurkan Anggaran Hingga Rp 226 Miliar untuk Pilkada 2024

11 Juli 2024 - 14:36 WIB

Ilustrasi Pilkada Kepri 2024

Inovasi Mesin Pengering Ikan Asin dari Tanjungpinang Masuk Nominasi TTG Tingkat Nasional

11 Juli 2024 - 13:59 WIB

Inovasi TTG Mesin Pengering Ikan Asin dari Tanjungpinang

Lanal TBK Panen Raya Ikan Nila dan Sayuran Hidroponik Program Ketahanan Pangan

11 Juli 2024 - 13:44 WIB

IMG 20240711 WA0072 11zon

Wanita di Karimun Tewas Usai Alami Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan A Yani, Kolong

11 Juli 2024 - 11:41 WIB

IMG 20240711 WA0066 11zon
Trending di Warta