Menu

Mode Gelap

Warta · 19 Feb 2022 18:37 WIB ·

Nasib Doharjo Sihombing, Pekerja Hotel di Batam yang di-PHK Sepihak Tanpa Pesangon


 Kuasa hukum Doharjo Sihombing (baju putih) menunjukkan berkas pengaduan di Kantor Disnaker Batam.  Foto: Istimewa Perbesar

Kuasa hukum Doharjo Sihombing (baju putih) menunjukkan berkas pengaduan di Kantor Disnaker Batam. Foto: Istimewa

ADVERTISEMENT
advertisement

Doharjo Sihombing, mantan karyawan Hotel Ondos Batam yang diputuskan hubungan kerja (PHK) tanpa disertai hak-hak alias pesangon. Ia mengaku bekerja sejak hotel berbintang tersebut mulai berdiri.

“Masalah saya dipecat hanya sepele gara-gara tak masuk satu hari karena ibadah saja dan pihak manajemen langsung pecat,” ungkap pria yang bertugas sebagai engineering di hotel tersebut, Sabtu (19/12).

Dia menjelaskan, awal perkara terjadi pada hari Minggu 9 Januari 2022. Doharjo mengaku disuruh masuk kerja pada hari libur itu, namun ia berhalangan karena ibadah.

“Saya selama ini hari libur kerja Minggu dan saat ini pihak menajemen menyuruh masuk. Tapi karena ibadah saya tak masuk,” jelasnya.

ADVERTISEMENT
advertisement

Dari sana, ia berkomunikasi dengan manager bernama Natalin Kristina melalui pesan WhatsApp. Namun kemudian ia mengaku dikeluarkan dari sejumlah grup milik Hotel Ondos.

“Hari Senin 10 Januari 2022 seperti biaya saya masuk dan isi absen. Saat itu Natalin datang dan mengusir saya, dan memberikan surat memo internal pemutusan hubungan kerja,” kata Doharjo.

ADVERTISEMENT

Ia merasa kaget karena dipecat secara sepihak, terlebih tanpa adanya pesangon. Lalu ia pun menggandeng advokat sebagai kuasa hukum untuk mengadu ke Disnaker.

Pihak Disnaker kemudian mengatur jadwal untuk melakukan pertemuan Tripartit dengan pihak manajemen Hotel. Surat panggilan telah dilayangkan Disnaker ke pihak manajemen Ondos Hotel yang berada di jalan Tengku Sulung, Taman Raya Batam Kota namun sayangnya dari manajemen hotel tak datang.

Menurut kuasa hukum, Filemon Halawa, pemutusan hubungan kerja terjadi kepada klien sangat miris. Sebab di tengah perjalanan diketahui pula korban tidak mendapatkan Jamsostek ketenagakerjaan dan peserta Jaminan hari tua.

ADVERTISEMENT

“Ini sudah masuk ke ranah pidana sesuai dengan undang-undang,” kata dia.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 605 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Penjelasan RSUD Dabo Soal Tudingan Tolak Rawat Inap Pasien: Sudah Dicek Diarahkan Rawat Jalan

22 Mei 2022 - 21:02 WIB

Cerita Keluarga Pasien Asal Bukit Keliling yang Keluhkan Layanan UGD di RSUD Dabo

22 Mei 2022 - 20:58 WIB

DKPKH Diminta Data Sapi Lokal Guna Penuhi Kebutuhan Rutinitas dan Idul Adha

22 Mei 2022 - 12:56 WIB

Baznas Kepri Himpun Zakat Sebesar Rp 1,016 Miliar Selama Ramadhan

22 Mei 2022 - 12:02 WIB

Terbukti Jadi Korban Skimming, Bank Riau Kepri Bayarkan Kerugian Nasabah di Batam

21 Mei 2022 - 16:56 WIB

Pasca Vonis Apri Sujadi, Pemprov Tunggu Usulan Pengangkatan Bupati Bintan Definitif

21 Mei 2022 - 16:25 WIB

Trending di Warta
advertisement