Tim Rukyatul Hilal Kemenag Karimun bersama BMKG memantau kondisi anak bulan untuk menentukan 1 Ramadhan, Jumat, 28 Februari 2025.
Proses pemantauan dilakukan pada pukul 18.00 WIB dari tepian pantai Pelawan, Desa Pongkar, Karimun. Hasilnya, kondisi anak bulan tidak dapat dilihat dikarenakan tertutupi awan tebal.
“Dari hasil pantauan kami kondisi bulan tidak bisa terlihat karena ditutupi awan tebal,” ujar Ketua Badan Hisab Rukyat Hilal Kabupaten Karimun, Samsuddin.
Pengamatan dilakukan dengan menggunakan sebuah teropong khusus untuk melihat kondisi anak bulan.
Baca Juga
Berdasarkan hasil dari pada hisab ketinggian hilal sudah mencapai di 4° 21 menit.
Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk tetap menunggu pengumuman resmi terkait dengan dimulainya 1 Ramadhan.
“Kepada kaum muslimin mari tetap kita tunggu hasil pengumuman pemerintah pada sidang Isbat nanti, malam ini,” terangnya.
Berdasarkan kriteria baru MABIMS, imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.
Kriteria ini merupakan pembaruan dari kriteria sebelumnya, yakni 2 derajat dengan sudut elongasi 3 derajat yang mendapat masukan dan kritik.
