Menu

Mode Gelap

Warta · 20 Mei 2022 16:33 WIB ·

Pemprov Verifikasi Usulan 11 Pemekaran Desa di Lingga


 Kepala DMPD Dukcapil Kepri Misni. Foto: Ismail/kepripedia.com Perbesar

Kepala DMPD Dukcapil Kepri Misni. Foto: Ismail/kepripedia.com

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah menerima 11 usulan Pemekaran desa di Kabupaten Lingga pada tahun ini. Saat ini ke-11 desa yang sudah berstatus desa persiapan tersebut sedang dalam proses verifikasi oleh tim dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pendudukan dan Pencatatan Sipil (DPMD Dukcapil) Provinsi Kepri.

Adapun ke-11 desa persiapan tersebut, yakni, Desa persiapan Air Batu, Kebun Nyiur, Buyu, Cempaka, Bendahara, Berjung, dan Senempek. Kemudian, Desa Persiapan Busung, Sebung, Kentar, dan Pasir Lulun.

Kepala DPMD Dukcapil Kepri , Misni, mengungkapkan sebelumnya persoalan pemekaran desa ini menjadi tanggungjawab Biro Pemerintahan. Namun, tahun ini sesuai dengan tugas dan fungsi yang baru beralih tanggungjawab ke OPD terkait DPMD Dukcapil.

Menurutnya, terdapat banyak syarat untuk pemekaran desa yang harus dipenuhi oleh desa persiapan. Mulai dari, jumlah penduduk, batas wilayah, aspek budaya, ekonomi, sarana prasarana, akses transportasi, sosial budaya, dan lainnya.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Saat ini masih dalam tahap verifikasi layak atau tidak menjadi desa definitif,” ujarnya, Jumat (19/5).

Ia menjelaskan, setelah lolos proses verifikasi selanjutnya menjadi kewenangan Kemendagri untuk menentukan lolos tidaknya desa persiapan menjadi desa defenitif. Pada tahapan itu, masih ada sejumlah proses lagi yang akan dilakukan Kemendagri. 

ADVERTISEMENT

Diantaranya, verifikasi dokumen di Kemendagri, evaluasi lapangan oleh Kemendagri, klarifikasi presentasi hasil verifikasi dan evaluasi, pemberian kode desa oleh Kemendagri, dan penetapan Perda definitif.

Ditambahkan Misni, selama masih berstatus desa persiapan, ke-11 desa ini sudah membentuk pemerintah desa sendiri dan dipimpin oleh Pj kepala desa sendiri. Namun demikian, untuk alokasi anggaran-nya masih masih harus bergantung pada APBDes desa induknya.

“Karena masih berstatus desa persiapan, maka Anggaran nya masih bergantung dengan desa induk,” demikian Misni.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 362 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

Baca Lainnya

Pemprov Kepri Salurkan Bantuan untuk Mubaligh se Kepri, Masing-masing Rp 1 Juta

4 Desember 2022 - 15:58 WIB

Hasil Visum Pemilik Kartu Pers yang Tewas Tergantung di Batam: Tidak Ada Tanda Kekerasan

4 Desember 2022 - 14:13 WIB

Sepanjang 2022, 36 Ribu Lahan di Kepri Selesai Disertifikasi

4 Desember 2022 - 13:35 WIB

Seorang Pelajar di Karimun Meninggal Terseret Arus Parit

3 Desember 2022 - 22:29 WIB

Limbah Minyak Cemari Wilayah Tanjunguncang Batam

3 Desember 2022 - 22:14 WIB

Sejumlah Wilayah Batu Aji Terendam Banjir

1 Desember 2022 - 23:02 WIB

Trending di Warta
advertisement