Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 9 Jan 2024 14:48 WIB

Polda Kepri Selidiki Dugaan Kasus Malapraktik di RS Graha Hermine


					Ilustrasi dokter. Foto: Shutterstock Perbesar

Ilustrasi dokter. Foto: Shutterstock

Polda Kepri tengah melakukan upaya penyelidikan adanya dugaan kelalaian yang dilakukan oleh dokter RS Graha Hermine, dr Adi Dharma kepada seorang pasien bernama Hetti Elvi Situngkir hingga mengalami kelumpuhan.

Kasus ini sebelumnya dilaporkan oleh warga, Hisar Rouli Simbolon ke SPKT Polda Kepri dengan nomor LP-B/84/IX/2023/SPKT-KEPRI pertanggal 21 September 2023.

ADVERTISEMENT

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 10 orang saksi dan meminta keterangan 3 orang saksi ahli.

“Administrasi penyelidikan sudah dilengkapi, keterangan dari 10 orang saksi termasuk pelapor, korban, dan terlapor, serta meminta keterangan 3 orang saksi ahli baik dari IDI, Dokter Spesialis Ortopedi dan Ahli Hukum Pidana guna mendukung penyelidikan,” ujar Zahwani dalam keterangannya, Selasa (9/1).

Kronologi Kasus

Pada 10 April 2023 lalu, Hetti Elvi Situngkir yang sedang menyeberang diduga menjadi korban tabrak lari di kawasan Tembesi Center oleh kendaraan yang datang dengan kecepatan tinggi dari arah SP Plaza, Batu Aji.

Setelah kejadian itu, korban yang tidak sadarkan diri langsung dilarikan ke unit gawat darurat RS Graha Hermine untuk dilakukan tindakan medis.

Kemudian dr. Adi Surya Dharma sebagai Dokter yang menangani korban diduga telah melakukan tindakan lalai yang menyebabkan korban luka parah bahkan mengalami kelumpuhan.

“Korban saat ini mengalami luka parah dan kelumpuhan,” terangnya.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, polisi akan segera melakukan gelar perkara untuk memberikan kepastian atas kasus tersebut. Sementara dalam tuntutannya, pelapor menuntut pihak RS Graha Hermine membayar ganti rugi sebesar Rp 10 miliar.

“Dari Pihak RS Graha Hermine menawarkan dukungan fasilitas kesehatan yang lebih baik, sampai pasien benar-benar pulih, segala yang berkaitan dengan biaya pengobatan serta dukungan materiel kepada keluarga pasien selama proses penyembuhan berlangsung,” jelasnya.

“Sampai saat ini proses Mediasi kedua belah pihak, tengah dilakukan oleh penyidik hingga saat ini,” tutupnya.

ADVERTISEMENT
Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Khairul S



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Menyamar Petugas PLN, Maling Gasak Barang Berharga di Rumah Warga Tanjungpinang

17 April 2024 - 13:48 WIB

Ilustrasi pencurian dan maling motor

9 Kasus Kriminal dan Laka Lantas Terjadi di Tanjungpinang Selama Libur Lebaran

17 April 2024 - 13:34 WIB

Ilustrasi diborgol

Penumpang Wanita Nyaris Diperkosa Oknum Ojol di Tanjungpinang

16 April 2024 - 17:20 WIB

WhatsApp Image 2024 04 16 at 13.58.49

Kepala dan Security PT. Asli Gadai Sejahtera Ditangkap Atas Dugaan Penggelapan Rp 900 Juta

14 April 2024 - 10:17 WIB

Dua pelaku penggelapan perusahan gadai di Tanjungpinang

Ribuan Narapidana di Kepri Terima Remisi Idul Fitri, 13 Orang Langsung Bebas

11 April 2024 - 23:30 WIB

Ilustrasi remisi

Seorang Anggota Bawaslu Kepri Ditangkap Terkait Narkoba

4 April 2024 - 17:38 WIB

Ilustrasi diborgol
Trending di Hukum Kriminal