Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 24 Okt 2022 19:42 WIB

Polisi Gagalkan Penyelundupan 4 Wanita Calon PMI Ilegal di Batam


					Ilustrasi TKI. Foto: JIBI Photo Perbesar

Ilustrasi TKI. Foto: JIBI Photo

Kepolisian di Sektor (Polsek) Bengkong, Kota Batam berhasil menggagalkan upaya penyelundupan empat orang wanita calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara ilegal, Jumat (21/10) kemarin.

Rencananya keempat wanita tersebut akan dikirim ke Malaysia lewat jalur ilegal dari Batam.

ADVERTISEMENT

Dalam kasus ini, polisi berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial M yang berperan sebagai penampung sekaligus bertugas antar-jemput para calon PMI ilegal tersebut.

“Satu orang terduga pelaku berumur 50 tahun dan empat orang korban diamankan yang diduga akan diberangkatkan ke Malaysia melalui Batam tepatnya di Perumahan Bengkong Pertiwi, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong,” ujar Kapolsek Bengkong, Iptu Mardalis melalui Kanit Reskrim, Iptu Rio Ardian, Minggu (23/10).

Dijelaskannya, para wanita CPMI itu 3 orang berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan satu orang asal Surabaya, Jawa Timur.

Pelaku M, kata Iptu Rio, berdasarkan hasil pemeriksaan merupakan orang suruhan bernama Lilik di Malaysia yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Korbannya ini rata-rata masih berusia 19 tahun dan hanya satu yang usianya 34 tahun. Untuk pelaku lainnya atas nama Lilik, ditetapkan DPO saat ini tengah dalam pengembangan,” imbuhnya.

Selain mengamankan terduga pelaku dan korban calon PMI ilegal, polisi juga mengamankan sejumlah beberapa barang bukti seperti beberapa unit handphone, paspor milik korban, satu unit mobil merek Toyota Avanza warna hitam BP 1646 DO, 31 lembar uang pecahan Rp 100 ribu dan 5 lembar uang pecahan Rp 50 ribu dan beberapa alat bukti lainnya.

Sementara itu, pelaku dijerat dengan Pasal 81 Juncto (Jo) Pasal 69 Jo Pasal 83 Jo Pasal 68 Undang-Undang (UU) Nomor: 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia sebagaimana diubah dengan UU Nomor: 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman maksimal 10 tahun kurungan penjara.

ADVERTISEMENT
Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Pasutri Mucikari di Tanjungpinang Peroleh Keuntungan Fantastis dari Bisnis Prostitusi

23 Juni 2024 - 17:19 WIB

IMG 20240623 WA0027 11zon

Sabu dan Ganja Digagalkan Masuk Lapas Narkotika Tanjungpinang, 2 Pelaku Diamankan

23 Juni 2024 - 12:46 WIB

IMG 20240623 WA0016 11zon

Kejari Karimun Musnahkan Barang Bukti Rokok Ilegal Tahap II: Total 2.990 Karton

21 Juni 2024 - 13:14 WIB

IMG 20240621 120650 11zon

Polisi Ringkus Sepasang Suami-Istri di Tanjungpinang karena Jadi Mucikari

20 Juni 2024 - 18:35 WIB

IMG 20240620 WA0041 11zon

Gelapkan Uang Perusahaan Capai Rp 8 Miliar, Oknum Karyawan di Bintan Ditangkap Polisi

19 Juni 2024 - 18:52 WIB

IMG 20240619 WA0028

Waspada! Kasus Curanmor di Tanjungpinang Timur Meningkat

19 Juni 2024 - 12:35 WIB

IMG 20240619 WA0020 11zon
Trending di Hukum Kriminal