Provinsi Kepulauan Riau kini sedang memaksimalkan hasil produksi budidaya sektor kelautan perikanan. Salah satunya ialah budidaya rumput laut.
Saat ini di Karimun, wilayah Sugie Besar menjadi lokasi budidaya rumput laut tersebut. Menunjukkan bahwa kabupaten Karimun memiliki potensi sebagai salah satu wilayah penghasil komoditas utama rumput laut di Kepri
Bukti potensi itu terlihat kala Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura bersama Bupati Karimun, Iskandarsyah menyambangi Desa Sugie, dalam rangka kegiatan 100 ton panen rumput laut pada 21 Juli kemarin.
Bupati Karimun Iskandarsyah menyebut bahwa budidaya rumput laut ini menjadi salah satu potensi alternatif penghasilan di wilayah pesisir pulau. Terutama saat kondisi cuaca ekstrem, sehingga tidak memungkinkan mereka untuk mencari ikan di laut.
Baca Juga
“Rumput laut tidak hanya menjadi primadona bagi produk kuliner saja, akan tetapi beberapa perusahaan produksi di Indonesia membutuhkan bahan utama rumput laut sebagai produk kecantikan dan suplemen bagi kesehatan tubuh,” tambah Bupati kepada media.
Karena itu, Bupati Karimun ini pun meyakinkan untuk memberi perhatian dalam pengembangan potensi ini. Ia menyatakan Pemda Kabupaten Karimun berharap pemerintah pusat melalui Balai Benih yang ada di Provinsi kepri, turut memberikan perhatian penuh terkait pengembangan budidaya rumput laut khsusunya di Pulau Jaga, Desa Sugie, Kecamatan Sugie Besar.
“Agar produksi dapat terus meningkat, sehingga pendapatan nelayan dan masyarakat pesisir bertambah,” tuturnya.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Iskandarsyah Abdul Manaf (@iskandarsyahhofficial)
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi tepat guna (TTG) untuk memaksimalkan hasil produksi budidaya.
Menurut Nyanyang, potensi budi daya rumput laut di Provinsi Kepri merupakan peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis maritim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Potensi kelautan dan perikanan kita luar biasa. Selain potensi budi daya ikan yang mencapai lebih dari 27 ribu ton per tahun, budi daya rumput laut juga sangat menjanjikan,” ujar Wagub Nyanyang.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan data tahun 2024, produksi rumput laut Kepri telah mencapai 15.861 ton, dan angka tersebut dinilainya masih sangat mungkin untuk terus ditingkatkan.
“Rumput laut adalah komoditas unggulan yang potensinya masih sangat terbuka luas untuk dikembangkan. Ini bisa menjadi sumber penghasilan baru yang sangat bernilai bagi masyarakat pesisir,” tambahnya.
Wagub juga menyoroti peluang pasar ekspor sebagai aspek penting dari pengembangan rumput laut. Menurutnya, sebagian besar hasil rumput laut dari Kepri saat ini telah diekspor ke berbagai negara.
“Kalau sebagian besar hasil panen rumput laut kita bisa diekspor, tentu ini peluang besar yang tidak boleh kita sia-siakan. Kepri punya potensi, tinggal bagaimana kita kelola secara maksimal,” jelasnya.
