Pemerintah Daerah (Pemda) Karimun memastikan akan melanjutkan proses pengembangan lahan bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Bati di tahun 2026 mendatang.
Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, mengatakan saat ini tahap pembebasan sebagian lahan masih belum dapat diselesaikan karena terkendala alokasi anggaran di tahun 2025.
“Di bandara itu ada beberapa lahan yang sudah siap untuk dibayarkan, hanya anggaran untuk operasional tidak dianggarkan di tahun 2025 sehingga proses pembebasan lahan itu tidak bisa berjalan,” ujarnya, Kamis, 11 April 2025.
Namun begitu, dalam penyusunan anggaran lanjutan, Pemda Karimun telah mengalokasikan sebesar Rp 250 juta untuk pembebasan sisa lahan sekitar 3 hektare, di mana dana itu bersumber dari Pemerintah Provinsi Kepri.
“Pak Bupati sudah setuju, maka kita anggarkan itu di-P (APBD-P) Rp 250 juta agar teman-teman tim pembebasan lahan bisa bekerja,” katanya.
Dijelaskannya, pembebasan lahan di lokasi bandara sebelumnya terkendala status kepemilikan dari total jumlah 15 hektare lahan masuk dalam kawasan hutan lindung yang akan digunakan untuk pengembangan bandara RHA.
“Itu ada sekitar 15 hektare, kawasannya tadinya HL (hutan lindung), dengan adanya PSN maka lahan itu sekarang sudah putih. Dulunya ada terbit surat masyarakat Sporadik di tahun 2016, 2018,” jelasnya.
Dari total 15 hektare lahan, 10 di antaranya terbit sporadik. Sehingga menurut status hukum, penguasaan atas lahan tersebut tidak dapat dibayarkan.
“Dari telaah hukum itu memang tidak bisa dibayarkan karena statusnya tadi. Tapi kami negosiasi dua arah, supaya semua selesai dengan tidak ada yang dirugikan,” terangnya.
Setelah seluruh proses pembebasan lahan rampung, maka pengembangan bandara kebanggan warga Karimun itu bisa terus selesaikan.
Bahkan ditargetkan penyelesaiannya sudah dapat dilakukan di tahun 2027. Dengan perkembangan signifikan dunia penerbangan komersial tersebut dapat mendorong lajunya perekonomian di Kabupaten Karimun.
“Kalau pembebasan lahan ini selesai di 2025, maka 2026 Pemerintah Pusat menganggarkan lagi. Tahun 2027 kita sama-sama bisa terbang langsung dari Karimun ke Jakarta,” tutupnya.