Karimun – Wajah sektor pertanian di Desa Kundur kini mulai bersolek menuju modernisasi. Kelompok Tani Mitra Mandiri, yang selama ini mengandalkan tenaga otot dan cangkul untuk mengolah tanah, kini mulai bernapas lega berkat sentuhan teknologi dari PT TIMAH Tbk.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT TIMAH Tbk menyerahkan bantuan berupa unit mini kultivator untuk mempercepat produktivitas lahan di Kecamatan Kundur Barat. Langkah ini menjadi bagian dari misi besar perusahaan dalam memperkuat ketahanan pangan lokal.
Bagi para petani, waktu adalah segalanya. Muhammad Azhar, Ketua Kelompok Tani Mitra Mandiri, menceritakan betapa beratnya perjuangan 10 anggotanya saat harus mengolah lahan secara manual.
“Dulu mengolah tanah pakai cangkul itu sangat melelahkan dan memakan waktu lama. Sekarang, dengan mini kultivator, proses menghancurkan dan meratakan tanah jadi jauh lebih cepat dan hasilnya jauh lebih maksimal,” ungkap Azhar dengan nada optimis.
Baca Juga
Perbandingan efisiensinya pun cukup signifikan dulu manual memerlukan waktu berhari-hari untuk luas lahan tertentu. Namun Sekarang (Kultivator) mampu meratakan hingga 20 batas lahan hanya dalam waktu 1 hingga 2 hari saja.
Fokus pada Komoditas Hortikultura
Alat baru ini diproyeksikan untuk mengoptimalkan lahan yang ditanami berbagai komoditas pangan penting, antara lain jagung, ubi Jalar dan sayur-mayur segar.
Hasil panen ini nantinya tidak hanya dinikmati oleh keluarga anggota kelompok, tetapi juga dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di sekitar Desa Kundur.
Menariknya, bantuan ini tidak hanya berhenti pada urusan operasional tanam-menanam. Kelompok Tani Mitra Mandiri memiliki strategi cerdas untuk menjaga keberlangsungan alat tersebut.
Selain digunakan secara gotong royong oleh anggota, mini kultivator ini juga akan disewakan secara terbatas. Hasil dari penyewaan tersebut akan dialokasikan untuk biaya perawatan mesin agar tetap prima dalam jangka panjang, kas kelompok sebagai modal usaha tani berikutnya.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Selain dukungan alat dari PT TIMAH Tbk, kelompok ini sebelumnya juga mendapat sokongan pupuk dari pemerintah desa.
“Sinergi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat sangat kami butuhkan. Ini pertama kalinya kami menerima bantuan alat pertanian, dan dampaknya sangat besar bagi kami,” tambah Azhar.
Melalui inisiatif ini, PT TIMAH Tbk berharap dapat terus menjadi motor penggerak bagi kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah operasionalnya, sekaligus memastikan piring-piring masyarakat tetap terisi dengan pangan lokal yang berkualitas.
