Menu

Mode Gelap

Warta · 24 Mei 2022 21:44 WIB

Seorang TKA China di Bintan Tewas Ditusuk Rekannya Sendiri Saat Berkelahi


					Ilustrasi aksi penikaman. Foto: Net Perbesar

Ilustrasi aksi penikaman. Foto: Net

Seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China, Zhang Xiao tewas ditusuk di bagian perut oleh rekannya sendiri bernama, Wang Junfeng, pada Minggu (22/5) kemarin. Keduanya diketahui bekerja di salah satu subkon PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang.

Kapolres Bintan, AKBP Tidar Wulung Dahono, membenarkan adanya kejadian perkelahian yang menewaskan seorang TKA di KEK Galang Batang. Pihaknya juga sudah olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan juga mengamankan beberapa barang bukti di lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

“Ya korban meninggal saat tiba di rumah sakit. Keterangan dokter, korban sudah meninggal saat tiba,” katanya, Selasa (24/5).

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bintan, Iptu Darma Ardiyaniki, mengatakan kedua TKA sempat adu mulut sebelum berkelahi. Mereka berdua adu mulut di Mes PT Shandong yang merupakan subcon PT BAI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang.

Kemudian, Wang Junfeng menusuk perut Zhang Xiao dengan senjata tajam hingga mengakibatkan korban tewas. Sedangkan Wang Junfeng mengalami luka berat karena perlawanan korban. 

“Minggu (22/5) sekitar pukul 21.00 WIB, keduanya sempat terlibat adu mulut di area mes tempat tinggal pekerja,” katanya.

Ia menjelaskan, perkelahian yang diawali dengan adu mulut antara 2 WNA itu dikarenakan masalah pekerjaan. Kemudian karena tidak terima berlanjut baku hantam. Bahkan sampai menggunakan senjata tajam (sejam). Dengan sejam itu pelaku menusuk perut korban.

Setelah kejadian itu berlangsung, keduanya langsung dievakuasi oleh pihak perusahaan ke Rumah Sakit AL Tanjungpinang.

“Penyebabnya terkait permasalahan kontrak kerja. Lalu dari adu mulut hingga terjadi perkelahian dan penusukan,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Kasus baku hantam antara 2 WNA asal Cina itu sedang dilakukan proses penanganan perkara lebih lanjut.

“Tentunya sesuai koridor hukum yang berlaku di Indonesia,” katanya.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

BPBD Karimun Evakuasi Buaya Muara Berukuran 3 Meter, Sempat Masuk ke Pemukiman Warga

23 April 2024 - 14:44 WIB

IMG 20240423 141611 11zon

Gubernur Ansar Enggan Tanggapi Status Tersangka Pj Wali Kota Tanjungpinang

23 April 2024 - 10:26 WIB

Gubernur Kepri Ansar Ahmad 10

SAR Natuna Tutup Siaga Khusus Idul Fitri 1445 H: Semua Lancar dan Aman

19 April 2024 - 16:50 WIB

IMG 20240419 WA0005 11zon

Tahun 2024, Pemda Bintan Targetkan Cover BPJS Ketenagakerjaan Gratis Bagi 3.000 Pekerja Rentan

19 April 2024 - 14:47 WIB

Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan

Wanita 55 Tahun Asal Rengat Terlantar di Pelabuhan Roro Jagoh, Begini Kisahnya

18 April 2024 - 14:49 WIB

Polisi menemui Yuliati yang terlantar di Pelabuhan Roro Jagoh

Tarif Kapal Roro Rute Karimun – Sei Pakning untuk Penumpang dan Kendaraan

18 April 2024 - 09:32 WIB

IMG 20240418 WA0001
Trending di Warta