Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 7 Sep 2022 18:12 WIB

Seorang Wartawan di Lingga Diringkus Atas Dugaan Pemerasan


					Konferensi Pers kasus pemerasan oleh oknum wartawan di Lingga, Rabu (7/9). Foto: Asrul Zeni/kepripedia.com Perbesar

Konferensi Pers kasus pemerasan oleh oknum wartawan di Lingga, Rabu (7/9). Foto: Asrul Zeni/kepripedia.com

Jajaran Kepolisian Resort Lingga menangkap salah satu pelaku dugaan tindak pidana pemerasan, di Wisma Timah, Dabo Singkep pada Kamis (1/9) lalu. Pelaku berinsial E ini diketahui merupakan oknum wartawan, dengan korban salah satu Kepala Desa di Kabupaten Lingga.

Kapolres Lingga AKBP Fadli Agus melalui Kasat Reskrim Polres Lingga Iptu Rustam Effendi Silaban saat kofrensi pers mengatakan, selain mengamankan tersangka pihaknya juga mengamankan barang bukti, berupa amplop putih yang berisi uang dengan nilai Rp 3.000.000 yang diserahkan korban kepada tersangka.

ADVERTISEMENT

“Selain itu polisi juga mengamankan barang bukti berupa kartu pers, yang digunakan oleh pelaku untuk melakukan pemerasan kepada korban,” ujar Kasat Reskrim didamping Kabag Humas Polres Lingga AKP Hasbi Lubis, saat melakukan Konfrensi Pers, Rabu (7/9), di Gedung Endra Dharmalaksana Polres Lingga.

Kronologis kejadian ini bermula, saat pelaku memiliki sebuah rekaman, klarifikasi dari pihak desa di Kantor BPD Desa Marok Tua, tentang proses penjualan lahan yang dilakukan oleh masyarakat Marok Tua, dengan durasi 14 menit, dua detik dan menyampaikan bahwa hasil konfirmasi tersebut tidak akan diberitakan.

“Kemudian korban mengaku sudah dimintai uang beberapa kali, sehingga sangat merasa tertekan dan terpaksa melaporkan pelaku kepada pihak berwajib, karena sudah meresahkan,” jelas Kasat Reskrim Polres Lingga itu.

Dari hasil konfirmasi tersebut, pelaku kemudian membuat berita tentang persoalan, yang menyudutkan korban yang merupakan Kepala Desa Marok Tua. Atas pemberitaan tersebut, korban mengutus saksi atas nama Sabran, untuk menemui pelaku dan memberikan klarifikasi atas pemberitaan tersebut.

Namun dari hasil klarifikasi tersebut, pelaku kembali meminta sejumlah uang kepada korban, dengan ancaman jika korban tidak memberikan sejumlah uang yang diminta, maka pelaku akan kembali membuatkan pemberitaan.

“Sementara itu dari hasil pengembangan pemeriksaan yang kami lakukan, pelaku ini sudah melakukan pemerasan sebanyak empat kali, di waktu yang berbeda,” terangnya.

Atas tindakan tersebut pelaku dikenakan pasal 368 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), tentang pemerasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

ADVERTISEMENT
Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Pria Paruh Baya di Tanjungpinang Ditemukan Tewas dalam Ruko

18 Mei 2024 - 11:12 WIB

IMG 20240517 WA0054 11zon

Pria 35 Tahun di Karimun Ditangkap Polisi Usai Curi Sepeda Motor Tetangganya

16 Mei 2024 - 16:23 WIB

IMG 20240516 155213 11zon

Bocah 12 Tahun Curi Uang Imam dan Kotak Infak Masjid

15 Mei 2024 - 11:16 WIB

IMG 20240515 WA0015

KPK Periksa Dua Saksi di Bintan, Dugaan Korupsi Pemerasan Rutan

14 Mei 2024 - 18:46 WIB

Ilustrasi kpk

Mabuk Lem dan Bikin Resah Warga, 2 Pria di Karimun Diangkut Polisi

14 Mei 2024 - 10:55 WIB

IMG 20240514 WA0022 11zon

Terdakwa Penipuan dan Penggelapan di Batam Divonis Bebas, Sidang Berujung Ricuh

14 Mei 2024 - 09:50 WIB

WhatsApp Image 2024 05 13 at 22.39.08
Trending di Hukum Kriminal