Menu

Mode Gelap

Warta · 10 Mei 2023 16:46 WIB

Soal Bayi Jadi Korban Malapraktik, Dirut RSUP RAT Keukeuh Sudah Sesuai SOP


					RSUP Raja Ahmad Tabib di Tanjungpinang. Foto: Ismail/kepripedia.com Perbesar

RSUP Raja Ahmad Tabib di Tanjungpinang. Foto: Ismail/kepripedia.com

Tim Komite Medik RSUP Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang sedang melakukan audit atas dugaan adanya kelalaian kerja atau malapraktik terhadap korban pasien bayi yang tangan kanannya lumpuh paska bersalin.

Direktur Utama RSUP RAT Tanjungpinang, Yusmanedi, menyatakan pihaknya telah melakukan upaya medis sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dalam kasus pesalinan dari korban pasian bayi tersebut.

ADVERTISEMENT

Namun, pada saat melahirkan, sang ibu mengalami kondisi persalinan menyulit. Dimana, saat bayi akan keluar, posisi pundak bayi tersangkut, sehingga bidan yang menangani harus bertindak cepat. Sebab, kondisi darurat tersebut akan berakibat berbahaya bagi sang ibu dan bayi.

“Bayi mengalami kondisi distasio bahu. Dimana, bahunya tidak mau keluar. Makanya, oleh bidan yang menangani berupaya agar bayi bisa dikeluarkan. Namun dampaknya menyebabkan komplikasi dari kondisi tersangkut itu,” terangnya, Rabu (10/5).

Baca: Bayi Baru Lahir Diduga Jadi Korban Malapraktik di RSUP RAT

Lebih lanjut ia menerangkan, ada banyak faktor terjadinya hal tersebut. Mulai dari, kondisi panggul ibu yang sempit serta kurang kuatnya sang ibu mengejan.

“Sebelumnya kami juga sudah berikan obat supaya ibu bisa mengejan lebih kuat. Tapi, pihak keluarga menolak. Sehingga, terjadi resiko tersebut,” sebutnya.

Kendati demikian, Yusmanedi menuturkan, pihaknya bertanggungjawab atas kejadian yang menimpa pasien bayi yang diduga menjadi kroban malapraktik tersebut.

RSUP RAT telah memberikan penanganan medis lanjutan terhadap korban. Diharapkan, kondisi korban kedepnnya bisa lebih membaik.

ADVERTISEMENT

“Kami sudah mengintruksikan tim dokter spesialis obgyn, anak, dan ortopedi untuk mengangani korban,” katanya.

Baca: Dugaan Malapraktik di RSUP RAT, Kadinkes: Kemungkinan Ada Kesalahan Penanganan

Diketahui, seorang bayi baru lahir di Tanjungpinang diduga menjadi korban malapraktik oleh oknum tenaga medis di RSUP RAT. Akibatnya, bayi berjenis kelamin perempuan tersebut mengalami lumpuh pada bagian tangan kanan.

ADVERTISEMENT

Bayi pasangan Denny dan Winda itu lahir di RSUP pada 5 Mei 2023 lalu. Saat melahirkan, tidak ada satu pun dokter yang mendampingi. Korban hanya didampingi oleh tenaga medis bidan.

“Ini salah bidan yang menangani. Pada saat bayi lahir, kepala bayi ditarik seperti tali tambang. Setelah, anak lahri tangan kanannya tidak bergerak dan lemas seperti lumpuh,” ungkap kuasa hukum korban, Ahmad Findayani, kemarin.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh kepripedia.com (@kepripediacom)

ADVERTISEMENT
Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Insiden “Pengusiran” Wartawan Berakhir Damai, KPU Lingga Minta Maaf: Harap Tak Terulang

2 Maret 2024 - 17:17 WIB

Ketua KPU Lingga bertemu sejumlah wartawan

NasDem Paling Banyak, Berikut 25 Nama Bakal Duduki Kursi DPRD Lingga

2 Maret 2024 - 16:21 WIB

Kantor DPRD Lingga

Hasil Lengkap Perolehan Suara Pemilu DPRD Kabupaten Lingga 2024

1 Maret 2024 - 21:36 WIB

Hasil Pemilu 2024 DPRD Kabupaten Lingga

Asyik! Ada Beasiswa untuk 1.500 Mahasiswa Kepri Berprestasi di Tahun 2024

1 Maret 2024 - 14:28 WIB

images 6

Polda Kepri Gelar Operasi Keselamatan Seligi 2024 Selama 14 Hari ke Depan

1 Maret 2024 - 14:21 WIB

Wakapolda Kepri Brigjen Pol Asep Safrudin. Foto: Ist/kepripedia.com

Ribuan Pencaker Ikuti Job Fair 2024 di Bintan, Begini Harapan Roby Kurniawan

1 Maret 2024 - 12:37 WIB

Bupati Bintan Roby Kurniawan mengunjungi Job Fair 2024
Trending di Warta