Menu

Mode Gelap

Warta · 24 Des 2022 18:05 WIB

Suplai Air Bersih PT Moya Dikeluhkan Buruk di Momen Natal


					Ilustrasi/warga menampung air. Foto: Istimewa Perbesar

Ilustrasi/warga menampung air. Foto: Istimewa

Suplai air bersih di wilayah Tanjunguncang, Batu Aji, Batam kembali memburuk. Kondisi ini terjadi saat momen Natal 2022 dan tahun baru 2023.

Pasalnya distribusi air di wilayah tersebut mengalir sejak pukul 22.00 hingga 05.00 WIB pagi hari. Kondisi ini terjadi menahun. 

ADVERTISEMENT

Menurut Ali seorang warga perumahan Central Raya Bagaman, Sumberindo dan sekitarnya kesulitan mendapatkan air sudah kerap disampaikan ke pihak pengelolaan air bersih. 

“Tapi sayangnya, belum ada solusi terkait keluhan warga, sudah bertahun tahun seperti ini,” ucapnya. 

Ali melanjutkan, air menjadi kebutuhan utama bagi warga, apa lagi saat momen Natal dan tahun baru. Warga lebih banyak aktivitas di rumah. 

Oleh karena itu, Ia sangat berharap perhatian dari pemerintah, khususnya pengelolaan air di Kota Batam. 

“Seperti baru baru ini, ada kebakaran di komplek kami. Api itu terpaksa dipadamkan menggunakan air parit, sebab air tidak mengalir, ini sangat miris,” imbuhnya. 

Jika warga mau berangkat kerja atau bepergian, maka warga terpaksa membeli air galon untuk membersihkan tubuhnya.

 Satu galon saja sudah harus mengeluarkan uang Rp 5 ribu, jika terus begitu, maka sangat membebani masyarakat 

ADVERTISEMENT

“Tidak ada air, mau gimana lagi, warga terpaksa mandi pakai air galon. Itu untuk satu orang saja, jika satu keluarga ada 5 orang, maka sudah Rp 25 ribu,” terangnya.

Padahal, kata Ali, tagihan air selalu dibayar tepat waktu. Tapi layanan air di wilayah Tanjunguncang sangatlah buruk. Ia menyarankan, jika pengelolanya tidak sanggup, maka ada baiknya memilih mundur

“Ini demi kebaikan warga. Jika tidak sanggup, ngapain harus di paksa, toh juga layanannya buruk,” bebernya.

ADVERTISEMENT

Senada Wandi warga lain, mengungkapkan kekesalan terhadap pelayanan PT Moya karena distribusi air. Dulunya, dia berharap dengan pergantian dari ATB ke Moya akan ada perubahan suplai air khususnya daerah Tanjunguncang.

Nyatanya lebih parah dari ATB pengelolaan air. Warga setiap hari dibebani bertanggang di malam hari untuk menunggu distribusi air lancar. 

“Ini tidak sesuai dengan tagihan yang kita bayar. Layanan buruk tagihan tidak pernah telat,” tegas dia. 

ADVERTISEMENT

Untuk ke depan Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam Muhammad Rudi dapat menyikapi kembali keluhan dari rakyatnya. 

“Pemerintah Kota Batam harus segera mengambil sikap, karena kebutuhan air bagi masyarakat lebih vital dari jalan raya,” pinta dia. 

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Kebutuhan Hewan Kurban di Kepri Naik 10 Persen

24 Mei 2024 - 15:25 WIB

IMG 20240521 114318 11zon

Pemprov Kepri Usulkan 4.100 Tenaga Honorer Ikut Seleksi PPPK

24 Mei 2024 - 11:51 WIB

images 41

Pemkab Bintan Usulkan 46 Formasi CPNS dan 1.427 Formasi PPPK

24 Mei 2024 - 10:34 WIB

Ilustrasi seleksi CPNS

Jembatan Bukit Batu dan Parit Bugis Akan Dibangun Kembali

22 Mei 2024 - 14:25 WIB

IMG 20240522 WA0011 11zon

Polda Kepri Bangun Markas Terpadu di KEK Galang Batang

21 Mei 2024 - 17:46 WIB

IMG 20240521 WA0012 11zon

Kebun Warga di Karimun Diserang Wabah Ulat Bulu

21 Mei 2024 - 15:59 WIB

IMG 20240521 153916 11zon
Trending di Warta