Wali Kota Batam: Masalah Zonasi Sekolah Harus Diselesaikan

Sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sekolah tingkat SMPN masih menimbulkan persoalan di Batam.

Seperti tahun lalu, masih banyak orang tua mengeluh karena adanya anaknya tidak tertampung di sekolah negeri. 

ADVERTISEMENT

Hal ini yang dikemukakan oleh warga Batu Aji di sela-sela Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Batu Aji di Aula Kampus Unrika, Sabtu (11/2) sore. 

Mereka meminta persoalan yang bertahun itu dapat diselesaikan oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. 

Merespon itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi berjanji akan menyelesaikan polemik zonasi itu. 

“Yang masalah zonasi, saya minta selesaikan,” kata Rudi kepada wartawan. 

Selain masalah zonasi sekolah, Musrenbang tingkat Kecamatan Batu Aji itu juga turut membahas terkait jalan di depan Hidayatullah. Warga minta agar dibuka jalan alternatif karena jalan itu masih selalu padat meski sudah dibuka melalui arah Kompleks Muhamadiyah. 

“Ketiga ibu kader posyandu, insentif tidak cukup melalui APBD dicoba didudukan. Intinya yang menjadi masalah masyarakat akan kita akomodir,” ujarnya. 

Sementara itu untuk jalan ke arah Tanjung Uncang minta dibuka juga. Namun, belum waktunya karena keterbatasan anggaran. 

ADVERTISEMENT

“Mana yang betul-betul prioritas yang harus kita lakukan,” ujarnya. 

Di tempat yang sama Camat Batu Aji Faisal Novrieco mengatakan usulan dikemukakan musrenbang dominan pembangunan jalan dan drainase hingga pendidikan. 

“Yang paling dominan jalan dan drainase serta ada juga pembangunan sekolah. Termasuk di depan Unrika serta pembangunan sekolah,” ujarnya. 

ADVERTISEMENT

Ia berharap dari puluhan usulan prioritas tersebut, diakomodir 10 paket saja untuk tahun  2024 sudah cukup baik. 

“10 saja diakomodir sudah bersyukur kita karena banyak daerah lain yang prioritas sama. Karena itu akan koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Marga, Perkim dan lainnya,” harap dia. 


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article