Sementara itu Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kepri, Henky Mohari, menyampaikan kesiapan penyiaran lokal di Kepri sudah dimulai sejak tahun 2019 lalu. Dimana, kala itu di sejumlah wilayah di Kepri sudah mulai bersiaran secara analog dan digital sekaligus.
“Sosialisasinya bahkan sudah kami lakukan sejak 2018 hingga sekarang. Sehingga TV-TV lokal di Kepri sangat siap dengan migrasi dari TV Analog ke TV Digital ini. Sebanyak 10 TV lokal yang ada di Kepri sudah sebagian besar beralih ke TV Digital. Siaran-siarannya juga sudah ada seperti siaran khusus anak, siaran khusus olahraga dan lainnya,” kata Henky seperti diberitakan sebelumnya.
Ia menjelaskan siaran TV Analog adalah siaran televisi yang menggunakan variasi voltase dan frekuensi dari sinyal.
Sedangkan TV Digital adalah siaran televisi yang menggunakan sinyal digital sehingga menghasilkan gambar dan suara yang lebih baik.
Baca Juga
Sementara itu, total STB untuk Provinsi Kepri berjumlah 31.815 yang meliputi empat daerah, yakni Tanjungpinang 4.836 STB, Batam 19.638 STB, Bintan 3.047 STB, dan Karimun 4.300 STB.
“Kominfo Kepri juga sudah maksimal melakukan sosialisasi dan pembagian STB pun sudah mencapai target untuk tahap pertama (ASO 1). Yakni meliputi Batam, Tanjung Pinang, Karimun, dan beberapa kota harus bersiap switch off, semua saluran televisi akan bersemut tidak bergambar jika tidak beralih,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Hasan dalam pesan tertulis dibagikan kepada awak media beberapa waktu lalu.