BATAM – Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, langsung turun ke lapangan menindaklanjuti laporan warga soal kemunculan buaya sepanjang sekitar 4 meter di Perumahan Anugerah Renggali, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Selasa (30/6/2026).
Kehadiran reptil buas itu membuat warga resah. Sebab, lokasi kemunculannya berada tepat di dekat pemukiman padat penduduk.
Menurut keterangan warga, buaya tersebut sudah beberapa kali terlihat keluar masuk saluran air di sekitar perumahan dalam tiga hari terakhir.
Warga mengaku khawatir, apalagi banyak anak-anak yang kerap bermain di sekitar lokasi tersebut.
Baca Juga
“Saya lihat sendiri, buayanya besar sekali. Anak-anak di sini sering main di dekat selokan, jadi takut sekali,” ujar Siti (45), warga setempat.
Menanggapi laporan itu, Li Claudia langsung meminta jajaran kelurahan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk segera mengevakuasi satwa liar tersebut.
“Kami segera menindaklanjuti laporan ini. Buaya tersebut akan diupayakan dievakuasi dan dipindahkan ke penangkaran di Pulau Bulan agar tidak membahayakan warga,” kata Li Claudia di lokasi kejadian.
Ia menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Evakuasi akan dilakukan oleh petugas yang berkompeten agar prosesnya aman bagi warga maupun satwa tersebut.
Tak hanya meninjau kemunculan buaya, Li Claudia juga menyoroti kondisi lingkungan di sekitar perumahan, termasuk kebersihan dan pengelolaan sampah.
Menurutnya, lingkungan yang kotor bisa menjadi salah satu faktor munculnya satwa liar ke pemukiman.
Ia pun mengajak warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan.
“Pemerintah Kota Batam saat ini terus melakukan penataan dan pembenahan di berbagai sektor. Secara bertahap, kita menata Batam agar semakin bersih, nyaman, dan aman bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Di akhir kunjungannya, Li Claudia mengimbau warga agar tetap waspada dan tidak mendekati lokasi kemunculan buaya hingga proses evakuasi selesai.
“Segera laporkan kepada pemerintah atau instansi terkait apabila kembali melihat kemunculan satwa liar agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat,” pesannya.
Hingga berita ini diturunkan, tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan pemadam kebakaran masih bersiaga di lokasi untuk melakukan pemantauan dan persiapan evakuasi.
