Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 20 Apr 2022 06:00 WIB ·

Wings Air Kaji Rute Baru Penerbangan dari Karimun ke Tanjungpinang dan Pekanbaru


 Wings Air ATR72-600 di Bandara Bua, Palopo Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
Perbesar

Wings Air ATR72-600 di Bandara Bua, Palopo Foto: Helinsa Rasputri/kumparan

ADVERTISEMENT
advertisement

Anak perusahaan maskapai penerbangan Lion Air, yakni Wings Air saat ini masih melakukan kajian terhadap usulan dibukanya rute baru dari Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Karimun, Kepulauan Riau.

Hal ini disampaikan Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Rabu (19/4). Sebelumnya Rafiq telah melakukan pertemuan dengan pihak maskapai Wings Air terkait rencana pembukaan rute penerbangan dari Karimun dengan tujuan Tanjungpinang maupun Pekanbaru.

“Wings Air mempelajari usulan yang kita sampaikan, mereka melihat nanti ketersediaan dan rute pesawat. Tapi intinya mereka sangat punya keinginan untuk membangun rute yang baru yaitu Tanjungpinang, Karimun, dan Pekanbaru,” ujar Aunur Rafiq.

Rafiq mengatakan, Pemerintah Karimun juga siap menjamin atas ketersediaan penumpang (seat) selama pihak Wings Air mengembangkan rute penerbangan dari Karimun.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Katakan dalam 6 bulan ke depan sebelum mereka bisa mandiri kita siap untuk dukung seat. Artinya kekurangan seat untuk dipenuhi oleh kita. Kita mintakan pegawai kita yang ada di dinas-dinas jika untuk ke Tanjungpinang, Pekanbaru begitu juga di setiap provinsi dan kabupaten/kota yang lain,” jelas Rafiq.

“Tapi jika nanti seat yang mereka jual itu sudah terjual secara komersil mungkin tidak perlu lagi,” tambah dia.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Pemerintah saat ini juga tengah fokus mengembangkan kapasitas bandara RHA Karimun agar dapat dilalui jenis pesawat yang lebih representatif untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara bagi masyarakat.

Salah satu kesiapan yang dilakukan yakni perluasan lahan untuk menambah kapasitas runway dengan luas 600 meter. Progres inventarisasi juga telah dilakukan, hanya tinggal menunggu kucuran dana dari provinsi.

“Untuk targetnya kita sedang negosiasikan,” kata dia.

ADVERTISEMENT

Lokasi lahan yang akan diperluas juga terdapat kawasan hutan lindung. Untuk itu, penggunaan atas lahan tersebut akan dilakukan dengan sistem pinjam pakai. Hal ini dilakukan agar menghindari reklamasi pada bagian lahan menuju arah laut.

“Sisi atas itu ada hutan lindung, ini kita ajukan untuk pinjam pakai hutan lindung. Kalau bisa dilakukan di darat secara keseluruhan tidak perlu untuk reklamasi di laut,” ucap dia.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 69 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

BP Batam Serahkan SK Pegawai Ke PT BIB

1 Juli 2022 - 21:33 WIB

PT PLN Batam dan PT BIB Tandatangani MoU Kerja Sama Kelistrikan

30 Juni 2022 - 20:45 WIB

Dorong Transformasi Digital Indonesia, ITDRI dan BRIN Lakukan Kolaborasi Riset di Mandalika

29 Juni 2022 - 21:23 WIB

Kenaikan Harga Cabai Diperkirakan Bertahan hingga 3 Pekan ke Depan

27 Juni 2022 - 20:48 WIB

Disperindag Ungkap Penyebab Harga Cabai di Batam Tinggi

27 Juni 2022 - 19:16 WIB

Harga Cabai di Batam Masih Tinggi, Rp 100 Ribu per Kilogram

27 Juni 2022 - 18:55 WIB

Trending di Ekonomi Bisnis
advertisement