Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 19 Jan 2022 22:07 WIB ·

10 WNA Pelaku Pemerasan Modus Phone Sex yang Ditangkap di Batam Dideportasi


 Polisi saat menghadirkan pelaku dalam jumpa pers di Polda Kepri, Kamis (6/1). Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Polisi saat menghadirkan pelaku dalam jumpa pers di Polda Kepri, Kamis (6/1). Foto: Zalfirega/kepripedia.com

ADVERTISEMENT
advertisement

10 orang Warga Negara Asing (WNA) asal China yang ditangkap di Kota Batam karena melakukan penipuan dan pemerasan bermodus phone sex melalui aplikasi Michat beberapa waktu lalu telah deportasi. 

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Imigrasi Batam, Tessa Harumdila. Ia menyebut proses pemulangan 10 WNA itu telah dilakukan pada Jumat (14/1) lalu melalui Bandara. 

“Pemulangan mereka pasca berkas perkara telah dilimpahkan kepolisian dan dinyatakan melanggar aturan keimigrasian,” kata Tessa, Rabu (19/1). 

“Kita pulangkan melalui Bandara Hang Nadim menuju ke Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta dengan pengawalan ketat,” sambungnya. 

ADVERTISEMENT
advertisement

Ia pun menuturkan bahwa proses pemulangan tersebut juga telah dilakukan koordinasi lintas negara. Sebab para pelaku akan menjalani proses hukum lebih lanjut di negaranya.

“Jadi Batam hanya tempat mereka dalam melakukan kejahatan saja. Korban berasal dari Tiongkok maka proses hukum di negara sana,” imbuh dia. 

ADVERTISEMENT

Diberitakan sebelumnya, 10 Warga Negara Asing (WNA), pelaku penipuan dan pemerasan oknum pejabat di Tiongkok, China berhasil diciduk jajaran Cybercrime Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kepulauan Riau.

Total pelaku yang terdiri dari sembilan pria dan satu wanita ini, diciduk Subdirektorat V Cybercrime Dirkrimsus Polda Kepri di Perumahan Plazo Garden, Blok C 85, Batam Center, pada Rabu (5/1) lalu.

Dari hasil pemeriksaan para tersangka mencari korban mengunakan aplikasi Michat.  Dari aplikasi itu mereka berkenalan dan melakukan profiling kepada korban yang berada di China.

ADVERTISEMENT

“Ada yang berperan adegan sex icon dan mencari korban serta rekaman video call sex,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Pol Teguh Widodo didampingi Kepala Bidang Humas Polda Kepri Komisaris Besar Harry Goldenhardt, dalam konferensi pers di Mapolda Kepri, Kamis (6/1) . 

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 189 kali

Penulis: | Editor: Hasrullah


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Ruko Dibobol Saat Pemilik Pulang Kampung, 4 Pelaku Diamankan

19 Mei 2022 - 22:16 WIB

10 Kg Sabu Tangkapan BNNP Kepri dari 2 Kurir Jaringan Internasional Dimusnahkan

18 Mei 2022 - 17:06 WIB

BNNP Kepri Ungkap Peredaran Narkoba di Lingga, Sabu 11 Kg Diamankan

18 Mei 2022 - 16:22 WIB

Polda Kepri Tangkap Oknum Polisi Talaud DPO Kasus Penipuan

17 Mei 2022 - 15:07 WIB

Pesawat Inggris Masuk ke Teritorial Indonesia Tanpa Izin Bakal Dikenakan Denda

14 Mei 2022 - 18:13 WIB

Komplotan Pencuri Motor di Batam Diringkus Polisi, Sudah Beraksi di 12 Lokasi

13 Mei 2022 - 22:45 WIB

Trending di Hukum Kriminal
advertisement