KSOP Tanjungbalai Karimun Tutup Pelabuhan Rakyat, Dinilai Rugikan Masyarakat

KSOP kelas I Tanjungbalai Karimun menghentikan akitivitas pelabuhan rakyat yang terletak di kawasan Kolong, Kelurahan Sungai Lakam Barat, Karimun.

Hal itu menyusul adanya pemberitaan yang menyebut bahwa dermaga tersebut menjadi ‘pelabuhan hantu’ yang kerap digunakan untuk menyelundupkan barang-barang ilegal.

ADVERTISEMENT

Tokoh masyarakat setempat, Azman Zainal, menilai jika menutup segala aktivitas di pelabuhan itu tidak profesional. Bahkan menurutnya langkah tersebut cenderung tidak memihak dan tidak memperhatikan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup di sana.

“Terkait pemberitaan itu jadi gaduh, tapi ini tempat masyarakat cari makan. Karena disebut sebagai pelabuhan hantu,” ujar Azman.

Ia menyebutkan, penghentian aktivitas pelabuhan tersebut sudah berlaku sejak Sabtu (22/10) lalu. Menurutnya tanpa pemberitahuan secara resmi. Kapal-kapal pengangkut logistik yang akan diberangkatkan juga tidak memperoleh izin clearance dari KSOP.

“Clarence kita tidak ditandatangani saat kapal akan berangkat. Jangan main-main dengan masyarakat nanti bisa mendatangi KSOP. Mereka hanya minta keadilan,” ujarnya

“Kalau minta setor, kita setor. Terus terang saja. Jadi kita buka-bukaan saja. Kenapa harus takut atas pemberitaan itu, takut apa karena ada main?,” imbuhnya tegas.

Azaman menyeburkan pelabuhan tersebut sudah beroperasi sejak tahun 1986. Setidaknya di Karimun terdapat 7 pelabuhan yang biasa digunakan kapal pengangkut kebutuhan masyarakat hingga meterial bangunan bersandar.

“Satu pelabuhan ada 2 sampai 3 kapal yang saat ini masih tertahan. Di pelabuhan ini banyak buruh yang bekerja. Kita minta KSOP harus cepat selesaikan masalah ini. Jangan hanya karena pemberitaan yang miring soal mereka jadi seperti ini. Kalau ini tidak ditanggapi, kita akan aksi,” sebutnya.

ADVERTISEMENT

Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article
advertisement