Menu

Mode Gelap

Nasional · 16 Mei 2022 12:05 WIB ·

KTT Khusus ASEAN-AS di Washington DC Hasilkan Kerja Sama Berbagai Sektor


 KTT AS-ASEAN di Washington DC. Foto: BPMI Setpres Perbesar

KTT AS-ASEAN di Washington DC. Foto: BPMI Setpres

ADVERTISEMENT
advertisement

Menteri Luar Negeri RI (Menlu RI), Retno Marsudi, mengungkapkan hasil Konferensi Tingkat Tinggi Khusus ASEAN-Amerika Serikat (AS) atau ASEAN-US Special Summit di Washington DC. Di mana dalam pertemuan tersebut menghasilkan ASEAN-US Joint Vision Statement.

“Sebagai koordinator, Indonesia memimpin proses perundingan vision statement ini. KTT berhasil menyepakati secara prinsip peningkatan kemitraan ASEAN-Amerika Serikat dari kemitraan strategis menjadi kemitraan strategis komprehensif,” kata Retno dilansir siaran resmi setkab.go.id pada Minggu (15/5).

Retno menjelaskan, pembahasan detail mengenai kemitraan ini akan dijadwalkan untuk dilanjutkan dan diluncurkan pada KTT ASEAN-AS bulan November mendatang.

Dijelaskannyan di dalam ASEAN-US Joint Vision Statement tersebut dituangkan komitmen kedua belah pihak untuk meningkatkan kerja sama di berbagai sektor strategis. Di antaranya seperti penguatan kerja sama pemulihan pandemi dan keamanan kesehatan guna memperkuat resiliensi atau ketahanan kesehatan kawasan melalui program ASEAN-US Health Futures Initiative.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Amerika mendukung ASEAN untuk menguatkan kapasitas manufaktur berkelanjutan untuk produk medis esensial serta riset bersama,” kata Retno.

Kemudian, peningkatan kerja sama ekonomi dan konektivitas, antara lain untuk memfasilitasi penguatan rantai pasok dan konektivitas kawasan untuk peralatan medis, obat-obatan, vaksin, komoditas pertanian.

ADVERTISEMENT

Selain itu juga terkait kemajuan transportasi berkelanjutan, termasuk kendaraan listrik, serta memperkuat kapasitas cyber security dan pemajuan literasi digital yang inklusif.

Peningkatan kerja sama juga dilakukan dalam menanggulangi perubahan iklim. Menlu Retno menjelaskan, melalui program US-ASEAN Climate Futures dialokasikan dana untuk mendukung implementasi Nationally Determined Contributions (NDCs) dari negara-negara ASEAN.

“Selain itu, juga didorong kemitraan publik swasta untuk mendukung percepatan transisi energi bersih, antara lain melalui skema financing, blended finance, dan transfer teknologi,” sambungnya.

ADVERTISEMENT

Kemudian, peningkatan kerja sama juga terkait pendidikan termasuk penguatan kolaborasi universitas dan perusahaan. Melalui program the Billion Futures dialokasikan peningkatan pembangunan pendidikan, pelatihan guru, dan promosi pengarusutamaan gender.

“Terakhir terkait peningkatan kerja sama maritim melalui ASEAN-led mechanisms dalam bentuk memperkuat koordinasi antarmaritime law enforcement agency di bidang maritime domain awareness, search and rescue, keamanan maritim dan pemberantasan IUU (illegal, unreported, and unregulated) fishing,” tutup Menlu Retno.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 72 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

MenpanRB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia

1 Juli 2022 - 15:10 WIB

Pemerintah Tetapkan Idul Adha Hari Minggu 10 Juli 2022

29 Juni 2022 - 20:24 WIB

Mulai 1 Juli, Beli Pertalite dan Solar Pakai MyPertamina

28 Juni 2022 - 13:52 WIB

Pemerintah Bakal Terapkan Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Simak Penjelasannya

26 Juni 2022 - 14:14 WIB

Wantannas RI Kunjungi TIOC Telkom untuk Benchmark Pembangunan Crisis Center IKN

25 Juni 2022 - 20:05 WIB

Presiden Jokowi Bakal Berkunjung ke Ukraina, Dikawal Ekstra Ketat

24 Juni 2022 - 13:57 WIB

Trending di Nasional
advertisement