Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 9 Jun 2022 22:08 WIB ·

Pelaku Investasi Bodong di Batam Sudah Beraksi Sejak 2019 Lewat Arisan Sherly


 Pelaku investasi bodong di Batam dihadirkan dalam konferensi pers, Kamis (9/6). Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Pelaku investasi bodong di Batam dihadirkan dalam konferensi pers, Kamis (9/6). Foto: Zalfirega/kepripedia.com

ADVERTISEMENT
advertisement

Jajaran Satreskrim Polresta Barelang berhasil meringkus seorang wanita warga Batu Aji, Batam berinisial SW yang merupakan pengelola investasi bodong.

Ia berhasil diamankan pada Sabtu (14/5) di tempat pelariannya sebuah perumahan yang berada di Bekasi Jawa Barat.

ADVERTISEMENT
advertisement

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanti dalam konferensi pers menyebutkan hasil pengembangan kasus ini terungkap jika SW telah beraksi melakukan penipuan sejak tahun 2019 dengan modus arisan yang dinamai arisan Sherly.

Namun karena merasa tidak berkembang, pada Agustus 2021 SW beralih menggunakan modus investasi.

ADVERTISEMENT
advertisement

Dari perbuatannya ini, sebanyak 400 orang telah menjadi korban investasi bodong yang dikelolanya dengan keuntungan yang diperoleh mencapai Rp 10 miliar.

Baca: Investasi Bodong di Batam, 400 Orang Jadi Korban

“Modus SW dalam investasi bodong ini kerja sama dengan seorang selegram inisial SA yang masih kita dalami keterlibatannya. Pelaku menawarkan investasi dengan keuntungan sekitar 25 sampai 30 persen,” beber Kombes Nugroho didampingi Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Abdul Rahman dan Kasi Humas Kanit Judisila Ipda Haris Dutakottama Polresta Barelang, Kamis (9/6).

ADVERTISEMENT

Kasus ini terungkap, setelah seorang warga inisial SI melaporkan investasinya kepada pelaku.

Di mana tahap pertama, pelapor menginvestasi uangnya sekitar 10 juta dengan bunga yang diperoleh 20 persen hanya dalam waktu 20 hari. SI ini kembali menamam uang dalam investasi tersebut sebesar Rp 15 juta.

“Dalam tempo  20 hari akan diberikan bunganya dan uang dikembalikan 20 persen masih lancar. Untuk yang ketiga kalinya korban menanamkan modal sekitar 8 juta dan disini mulai macet,” sebutnya.

ADVERTISEMENT

Atas perbuatannya ini, pelaku SW dijerat pasal 378 atau 37  tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan ancaman hukuman kurunhan 4 tahun penjara.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 57 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Setelah Viral Dirusak, Kini Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Pelantar Tempat Wisata Kota Rebah

6 Juli 2022 - 13:22 WIB

7 Pelaku Penyelundupan PMI Ilegal dari Bintan ke Malaysia Ditangkap Polisi

5 Juli 2022 - 22:01 WIB

Kurang dari 24 Jam, Pencuri Motor di Batam Ini Ditangkap

4 Juli 2022 - 21:50 WIB

Polisi Tangkap Spesialis Curanmor yang Beraksi di Tanjungpinang dan Bintan

4 Juli 2022 - 16:47 WIB

Ilustrasi pencurian dan maling motor

Maling Bongkar 3 Kotak Infak Masjid Al Falah Tanjungpinang

3 Juli 2022 - 14:12 WIB

Penyelundupan 42 PMI Ilegal di Batam Digagalkan, Seorang Panyalur Tersangka

2 Juli 2022 - 19:48 WIB

Trending di Hukum Kriminal
advertisement