Menu

Mode Gelap

Nasional · 26 Jun 2022 14:14 WIB ·

Pemerintah Bakal Terapkan Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Simak Penjelasannya


 Ilustrasi Aplikasi PeduliLindungi. Foto: Hasrullah/kepripedia.com Perbesar

Ilustrasi Aplikasi PeduliLindungi. Foto: Hasrullah/kepripedia.com

ADVERTISEMENT
advertisement

Pemerintah akan menerapkan kebijakan terkait pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR) dengan syarat penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Wacana kebijakan ini diungkakpkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan belum lama ini.

Menurut keterangan Luhut, pemerintah akan memulai sosialisasi pembelian migor curah dengan PeduliLindungi ini mulai Senin (27/6) mendatang hingga 2 minggu ke depan.

Dikutip dari akun Instagram Luhut, wacana penggunaan aplikasi PeduliLindungi ini merupakan upaya pemerintah mengatasi permasalahan minyak goreng yang terjadi saat ini, baik itu kelangkaan stok hingga tingginya harga minyak goreng saat ini.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Pemerintah melakukan upaya perubahan sistem ini untuk memberikan kepastian akan ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng bagi seluruh lapisan masyarakat. Penggunaan PeduliLindungi berfungsi menjadi alat pemantau dan pengawasan di lapangan, untuk memitigasi potensi penyelewengan yang dapat menyebabkan terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng,” tulis akun resmi @luhut.pandjaitan, Sabtu (25/6).

Disebutkan, sosialisasi kebijakan ini akan dilakukan secara terpusat yakni melalui kanal media sosial @minyakita.id dan juga www.linktr.ee/minyakita.

ADVERTISEMENT

Selain itu, dijelaskannya bagi masyarakat yang tidak memiliki aplikasi PeduliLindungi bisa melakukan transaksi pembelian menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera di KTP.

“Setelah masa sosialisasi selesai, semua penjualan dan pembelian minyak goreng curah akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Sementara masyarakat yang belum punya PeduliLindungi tidak perlu merasa khawatir, karena masih bisa membeli dengan menunjukkan NIK untuk bisa mendapatkan minyak goreng curah dengan harga eceran tertinggi (HET),” lanjut pria yang merupakan Koordinator Penanganan Minyak Goreng Wilayah Jawa-Bali itu.

Di sisi lain, lanjutnya, pembelian minyak goreng curah di tingkat konsumen pun akan dibatasi maksimal 10 kilogram (kg) untuk satu NIK per harinya. Dengan harga pembelian sesuai HET yakni Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram.

ADVERTISEMENT

“Jumlah tersebut kami anggap sudah mencukupi untuk kebutuhan rumah tangga bahkan pengusaha usaha-usaha kecil,” imbuhnya.

Masyarakat, kata dia, dapat memperoleh minyak goreng curah dengan harga Rp 14.000 melalui penjual atau pengecer yang terdaftar resmi dalam program Simirah 2.0 dan juga melalui Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE), yakni Warung Pangan dan Gurih.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 35 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

ADVERTISEMENT
advertisement
advertisement
Baca Lainnya

Jenderal Andika Perkasa Jadi Warga Kehormatan Korps Marinir di Pantai Todak

5 Agustus 2022 - 08:43 WIB

Revisi Perpres BBM Subsidi Atur Pembatasan Jual Pertalite dan Solar

2 Agustus 2022 - 20:07 WIB

Deretan Aplikasi Diblokir Kominfo, Ada Yahoo, Dota, dan Amazon

30 Juli 2022 - 13:39 WIB

Cacar Monyet Mengintai, Pemerintah Diminta Waspada

27 Juli 2022 - 08:44 WIB

Gus Halim: Kemendes DD 8 Persen COVID-19 Akan Kembali Dapat Dipakai

24 Juli 2022 - 19:25 WIB

Jokowi Dijadwalkan Ke Beijing Temui Xi Jinping dan Dua Negara Asia Timur

22 Juli 2022 - 13:06 WIB

Trending di Nasional
advertisement