Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 23 Jul 2022 19:33 WIB ·

Pengeroyokan Karyawan Rumah Makan di Batam, 3 Pelaku Ditangkap


 Ilustrasi. Foto: Pixabay Perbesar

Ilustrasi. Foto: Pixabay

ADVERTISEMENT
advertisement

3 terduga pelaku pengeroyokan karyawan salah satu rumah makan di Kecamatan Lubuk Baja, Batam  diringkus Polsek Lubuk Baja.

Mereka masing-masing berinisial DAI, AS, dan RW, yang diamankan di Perumahan Happy Garden Kecamatan Lubuk Baja pada Sabtu (23/7).

Kapolsek Lubuk Baja Kompol Budi Hartono menjelaskan, aksi pengeroyokan itu terjadi pada Kamis malam, 21 Juli 2022. Berawal dari korban yang mendapati pelaku DAI sedang mengkonsumsi obat-obatan jenis Mekstrill.

“Kemudian korban pun menegur pelaku DAI dengan berkata Jangan ngobat pas kerja,” cerita Kompol Budi.

ADVERTISEMENT
advertisement

Selanjutnya korban pun pergi ke belakang sambil membawa piring-piring kotor untuk dicuci. Setelah meletakkan piring di wastafel

“Pelaku (DAI) tiba-tiba muncul dari belakang dan menyerakan piring kotor ke lantai,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Korban sengaja tak menghiraukannya dan pergi ke depan. Kemudian pelaku DAI kembali menghampiri korban dan berkata “Kenapa?” dan dijawab korban “Enggak ada apa-apa’.

Pelaku DAI lalu menyuruh korban untuk membersihkan piring yang diserakkan oleh pelaku DAI ke lantai. Korban menolaknya dengan berkata “ambil sendiri, kamu yang buang”.

Setelah itu korban meninggalkan pelaku DAI dan lanjut melayani tamu yang datang untuk makan.

ADVERTISEMENT

Tidak sampai di situ, konflik terjadi ketika korban yang merupakan kepercayaan bos rumah makam tersebut sedang membayar gaji para karyawan yang kerja pada hari itu.

Pelaku DAI kembali menghampiri korban seraya berucap “engga terima kau tadi”. Sontak membuat kaget korban dan mengaku tidak tahu salahnya dari mana.

Pelaku DAI kemudian menghasut dua rekannya, dan menyebut bahwa korban adalah mata-mata bos (pemilik warung) tempat mereka bekerja.

ADVERTISEMENT

“Bos mereka sedang di Jawa, korban ini memang orang kepercayaan bos mereka,” sebut Budi.

Bahkan DAI mengadu kepada rekannya jika dirinya ditantang untuk ‘duel’ oleh korban. sehingga ketika korban yang baru selesai mandi hari itu dihampiri oleh 2 pelaku.

“Korban ditendang dan dipukul hingga RW melakukan pengeroyokan ke korban karena tidak terima adanya mata-mata bos,” kata dia.

ADVERTISEMENT

Akibat kejadian ini, korban mengalami luka lebam di bagian mata sebelah kiri serta memar di bagian kepala sebelah kiri.

Tak terima dengan perlakuan fisik itu, korban membuat laporan ke Polisi. Hingga akhirnya polisi pun berhasil pelaku.

“Pelaku dan sejumlah barang bukti telah kita amankan dan mereka dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” tandasnya. 

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 28 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

ADVERTISEMENT
advertisement
advertisement
Baca Lainnya

Tak Jera, Residivis Ini Kembali Diringkus Usai Mencopet di Pasar Tos 3000 Jodoh

11 Agustus 2022 - 12:57 WIB

Polisi Ringkus Jambret di Tanjung Uma, Sudah 20 Kali Beraksi di Wilayah Batam

11 Agustus 2022 - 12:11 WIB

Kapolri Tegaskan Beri Hukuman Terberat untuk Ferdy Sambo dan Anak Buah

9 Agustus 2022 - 20:10 WIB

Penyalur PMI Ilegal di Pelabuhan Internasional Batam Ditangkap, Untung Rp 1 Juta per Korban

8 Agustus 2022 - 21:00 WIB

Kurang 24 Jam, 3 Pencuri Toko Cakrawala Petshop Sagulung Diringkus

8 Agustus 2022 - 18:07 WIB

Marak Penipuan Modus Anak Masuk RS di Batam, Ini Kata Polisi

5 Agustus 2022 - 20:35 WIB

Trending di Hukum Kriminal
advertisement