Menu

Mode Gelap

Warta · 13 Mei 2023 20:34 WIB

RSUP RAT Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Malapraktik


					Keluarga korban dugaan malapraktik RSUP RAT melapor ke polisi. Foto: Ismail/kepripedia.com Perbesar

Keluarga korban dugaan malapraktik RSUP RAT melapor ke polisi. Foto: Ismail/kepripedia.com

Pihak keluarga bayi yang diduga menjadi korban malapraktik melaporkan Rumah Sakit Umum Provinsi Raja Ahmad Tabib (RSUP-RAT) Tanjungpinang ke polisi.

Laporan tersebut dibuat oleh tim kuasa hukum bersama ayah korban bayi di Mapolresta Tanjungpinang, Sabtu (13/5).

ADVERTISEMENT

Penasihat Hukum korban, Dodi Fernando, menuturkan pihaknya secara serius melaporkan oknum tenaga medis mulai dari dokter, serta bidan yang menangani proses persalinan kliennya.

“Yang kami laporkan disini dokter yang bertanggungjawab, bidan yang menangani, dan pihak RSUP RAT yang juga harus bertanggungjawab atas kelalaian yang menyebabkan kerugian bagi korban,” ungkapnya.

Baca: Bayi Baru Lahir Diduga Jadi Korban Malapraktik di RSUP RAT

Selain itu, tim kuasa hukum juga membawa sejumlah bukti guna memperkuat laporan tersebut. Mulai dari, hasil USG sebelum kelahiran yang membuktikan bahwa korban bayi dalam keadaan sehat.

Kemudian, bukti kondisi korban bayi setelah melahirkan dimana tangan kanannya tidak bisa digerakkan.

“Ini membantah tudingan dari pihak RSUP RAT yang menyebut korban bayi memang cacat dari kandungan,” sebutnya.

Lalu, lanjut Dodi, pihaknya juga membawa dokumen hasil pemeriksaan dokter Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) sebagai bukti pembanding dengan hasil pemeriksaan RSUP RAT.

ADVERTISEMENT

Baca: Dugaan Malapraktik di RSUP RAT, Kadinkes: Kemungkinan Ada Kesalahan Penanganan

Dimana, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter spesialis ortopedi RSAL Tanjungpinang, menyatakan salah satu syaraf bayi yang putus. Disebabkan, ada dugaan kepala bayi ditarik dengan keras saat hendak dikeluarkan.

“Pernyataan dokter RSAL ini pula diperkuat dengan apa yang dilihat oleh ayah korban bayi. Klien kami melihat anaknya ditarik paksa bagian kepala,” sebutnya.

ADVERTISEMENT

Kedua dokumen tersebut, dikatakan Dodi, cukup menguatkan bahwa ada dugaan malapraktik saat proses persalinan. Maka dari itu, selain melaporkan pidana, Tim Penasihat Hukum juga akan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan setempat guna mempertanyakan kode etik terhadap tenaga medis.

“Jangan menganggap seolah-olah sudah sesuai prosedur. Semua pihak harus bertanggung jawab, termasuk dokter jaga, bidan yang menangani hingga Direktur Rumah Sakit,” pungkasnya.

Baca: Soal Bayi Jadi Korban Malapraktik, Dirut RSUP RAT Keukeuh Sudah Sesuai SOP

ADVERTISEMENT

Diketahui, seorang bayi baru lahir di Tanjungpinang diduga menjadi korban malapraktik oleh oknum tenaga medis di RSUP RAT. Akibatnya, bayi berjenis kelamin perempuan tersebut mengalami lumpuh pada bagian tangan kanan.

Bayi pasangan Denny dan Winda itu lahir di RSUP pada 5 Mei 2023 lalu. Saat melahirkan, tidak ada satu pun dokter yang mendampingi. Korban hanya didampingi oleh tenaga medis bidan.

View this post on Instagram

A post shared by kepripedia.com (@kepripediacom)

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun Gelar Sosialisasi TOC, Ini Tujuannya

18 Juli 2024 - 13:20 WIB

IMG 20240718 WA0014 11zon

Kasi Pidsus Kejari Karimun dan Kacabjari Tanjungbatu Resmi Berganti

15 Juli 2024 - 12:31 WIB

IMG 20240715 WA0032 11zon

Razia Kendaraan di Bintan Dimulai Hari Ini, 7 Prioritas Pelanggaran Bakal Ditindak

15 Juli 2024 - 11:59 WIB

IMG 20240715 WA0029 11zon

Kesultanan Riau-Lingga Anugerahi Gelar Adat Dato’ Perdana Satya Buana ke Kapolda Kepri

15 Juli 2024 - 10:13 WIB

Kapolda Kepri Yan Fitri terima gelar adat

Polres Karimun Gelar Operasi Patuh Seligi hingga 14 Hari ke Depan, Berikut Sasarannya

15 Juli 2024 - 09:58 WIB

IMG 20240715 WA0011 11zon

Operasi Patuh Jaya 2024 Digelar 15-28 Juli, Ini 14 Jenis Pelanggaran Lalu-Lintas yang Ditindak

15 Juli 2024 - 09:44 WIB

IMG 20220602 151321 233 e1654168644951
Trending di Warta