Menu

Mode Gelap

Nasional · 21 Feb 2024 14:38 WIB

Seminggu Pasca Pencoblosan, 94 Petugas Pemilu 2024 Meninggal dan Ribuan Sakit


					Ilustrasi petugas KPPS. Foto: AntaraFOTO via RRI Perbesar

Ilustrasi petugas KPPS. Foto: AntaraFOTO via RRI

Jumlah petugas pemilu yang meninggal dunia terus bertambah. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI per Rabu (20/2) menunjukkan 94 orang telah meninggal, dengan anggota KPPS mendominasi.

“Ada penambahan ya kematian menjadi 94 kasus,” kata Kepala Biro Komunikasi Pelayanan Publik Kemenkes RI, dr Siti Nadia Tarmizi, dikutip dari detikcom Rabu (21/2).

ADVERTISEMENT

Penyebab kematian masih belum dirinci secara detail. Namun, data terakhir menunjukkan penyakit jantung menjadi penyebab utama. Hal ini sejalan dengan hasil skrining kesehatan yang menunjukkan banyak petugas pemilu memiliki riwayat komorbid seperti penyakit jantung koroner, diabetes melitus, dan hipertensi.

Sebelumnya, Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari pada 14-18 Februari 2024, melaporkan 71 anggota Badan Ad Hoc Pemilu 2024 meninggal dunia. Mereka terdiri dari anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) meninggal dunia.

“Meninggal ada 71 orang dengan rincian anggota PPK ada satu orang, PPS empat orang, KPPS 42 orang, dan Linmas 24 orang,” ujar Hasyim dalam konferensi pers di Kemenkes RI, Senin (19/2).

Selain itu, 4.567 petugas pemilu lainnya dilaporkan jatuh sakit. Namun sementara ini dilaporkan sekitar seribu lebih petugas yang masih dirawat.

Sementara itu Anggota Bawaslu RI Herwyn Malonda menambahkan, untuk pengawas Pemilu 2024 sebanyak 13 orang dunia.

“13 orang meninggal dunia dari 14-19 Februari 2024. Saat ini yang masih proses terus laporannya dinamis masuk ke kami terus,” kata Herwyn, Senin (19/2).

Berdasarkan pemberitaan, pemerintah telah berusaha mencegah kasus fatal ini dengan membatasi usia lansia dan orang dengan riwayat komorbid untuk bertugas. Namun, kekurangan SDM di beberapa daerah menyebabkan kelompok tersebut tetap dilibatkan.

ADVERTISEMENT

Jam kerja berlebihan juga menjadi faktor yang memicu kematian. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bahkan menyebut jam kerja mpara petugas pemilu ini seperti Kopassus.

“Saya dengar ada yang (kerja) sampai 10 jam, sampai 15 jam. Ini kan sudah kerja kayak tentara Kopassus. Kerjanya kayak yang benar-benar khusus dan berat,” ujar Menkes Budi, Senin (19/2).

Petugas Pemilu yang Meninggal dan Sakit Dapat Santunan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memastikan petugas KPPS Pemilu 2024 yang meninggal maupun sakit akan menerima santunan dari pemerintah.

ADVERTISEMENT

“Anggota KPPS yang meninggal dunia bakal dapat santunan,” kata Ketua KPU Hasyim Asy’ari di konferensi pers di Gedung Kemenkes, Senin (19/2) kemarin.

“Per 17 Februari yang sudah dapat santunan empat orang,” tambahnya.

Adapun besaran santunan yang diberikan yakni:

ADVERTISEMENT
  1. Santunan bagi yang meninggal dunia: Rp36 juta
  2. Santunan biaya pemakaman: Rp10 juta
  3. Santunan untuk petugas yang cacat permanen: Rp30,8 juta
  4. Santunan bagi yang luka berat: Rp16,5 juta
  5. Santunan bagi yang luka sedang: Rp8,250 juta
Gabung dan ikuti kami di :

Berita ini dikutip dari berbagai sumber

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Muhammadiyah Umumkan Idul Fitri 1445 H Jatuh Pada 10 April 2024

8 April 2024 - 22:51 WIB

PP Muhammadiyah Umumkan Idul Fitri 1445 H jatuh 10 April

Rancangan PP, Anggota TNI/Polri Bisa Isi Jabatan ASN

13 Maret 2024 - 20:50 WIB

Menpan RB Anwar Anas

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 1445 H Jatuh Pada 12 Maret 2024

10 Maret 2024 - 19:48 WIB

Ilustrasi ramadhan 1445 H

Edaran Menag untuk Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri: Aturan Soal Speaker hingga Khutbah

10 Maret 2024 - 18:59 WIB

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

Tayangan Real Count di Sirekap Dihentikan KPU

6 Maret 2024 - 18:19 WIB

tayangan sirekap dihentikan

Tak Hanya Islam, KUA Bakal Layani Pernikahan Semua Agama

26 Februari 2024 - 09:51 WIB

Menteri Agama Yaqut Cholil Qouma
Trending di Nasional