Sepanjang 2021, Produksi Perikanan Tangkap di Kepri Capai Rp 8,6 Triliun

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri, mencatat produksi perikanan tangkap di Kepri menyentuh nilai Rp 8,697 triliun sepanjang tahun 2021 lalu.

Dari total nilai produksi perikanan tangkap dan budidaya yang dihasilkan itu didominasi di Kabupaten Natuna. Di mana perikanan tangkap di Natuna mencapai nilai Rp 2.859 triliun perikanan budidayanya mencapai Rp 296.567 miliar. 

ADVERTISEMENT

Di urutan ke-2 untuk perikanan tangkap adalah Kabupaten Bintan dengan capaian Rp 1,844 triliun, kemudian Lingga diposisi ke-3 dengan capaian Rp 1,466 triliun.

Sementara, Kota Batam nilainya Rp 1,424 triliun, Anambas sebesar Rp 536,716 miliar, Karimun 472,695 miliar dan terakhir Tanjungpinang dengan nilai Rp 92, 893 miliar.

“Total untuk seluruh Kepri untuk nilai produksi perikanan tangkap mencapai Rp 8,697 triliun, dan produksi perikanan budidaya mencapai Rp 610,107 miliar,” ungkap Kepala DKP Kepri, TS Arif Fadillah.

Disebutkannya, luas kawasan budidaya perikanan di Natuna menjadi yang terluas berdasarkan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) dengan luas 41.669 hektar. 

“Luas kawasan potensi perikanan budidaya di Provinsi Kepri menjadi salah faktor penunjang keberhasilan pembangunan perikanan budidaya termasuk Kampung Budidaya,” tambah Arif. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, Adi Prihantara, menambahkan, saat ini Pemprov Kepri terus memprioritaskan pemaksimalan potensi kemaritiman di Kepri.

Hal tersebut sesuai dengan kondisi geografis Provinsi Kepri yang hanya mempunyai luas daratan 4 persen dan sisa luas wilayahnya sebesar 96 persen merupakan wilayah perairan. 

ADVERTISEMENT

“Terlebih dengan potensi perikanan yang ada di Kabupaten Natuna yang dapat dicanangkan sebagai lumbung ikan nasional maka rencana strategis tentang perikanan terpadu di Natuna sangat perlu dilakukan,” jelas Adi.


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article