Menu

Mode Gelap

Warta · 22 Feb 2022 16:12 WIB ·

DPRD Batam Sesalkan Karyawan Hotel di PHK Sepihak Tanpa Pesangon


 Ketua Komisi IV DPRD Batam Ides Madri. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Ketua Komisi IV DPRD Batam Ides Madri. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

ADVERTISEMENT
advertisement

Seorang mantan karyawan Hotel Ondos diputuskan hubungan kerja (PHK) tanpa disertai hak-hak alias pesangon.

Menyikapi ini, Ketua Komisi IV DPRD Batam Ides Madri, menyesalkan pemutusan secara sepihak tersebut.

“Kita menyesalkan pemutusan hubungan kerja secara sepihak yang dilakukan pihak hotel,” ujar Ides, Selasa (22/2).

Politikus Golkar itu menyebutkan bahwa perusahan seharusnya mengikuti aturan dan perundangan yang berlaku terkait ketenaga kerjaan.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Ini yang harus dipahami perusahan harus taat peraturan dan perundangan,” katanya.

Menurutnya kewajiban dan pemutusan kerja diatur dalam undang-undang setiap perusahan wajib mengeluarkan hak-hak karyawan.

ADVERTISEMENT

“Perusahan tak boleh lepas tangan begitu harus mentaati aturan yang berlaku,” bebernya.

Baca: Nasib Doharjo Sihombing, Pekerja Hotel di Batam yang di-PHK Sepihak Tanpa Pesangon

Dia menyebut jika tidak ada tindak lanjuti antara perusahaan dan karyawan diminta karyawan untuk membuat aduan ke DPRD Batam.

ADVERTISEMENT

Hal itu guna dapat ditindak lanjuti dan memanggil perusahan untuk mencari akar masalah.

Sebelumnya diberitakan Doharjo Sihombing mantan karyawan Hotel Ondos Batam diputuskan hubungan kerja (PHK) tanpa disertai hak-hak alias pesangon. Ia mengaku bekerja sejak hotel berbintang tersebut mulai berdiri.

Tugasnya di Hotel bagian engineering yang dilakoni setiap hari. “Masalah saya dipecat hanya sepele gara-gara tak masuk satu hari karena ibadah saja dan pihak manajemen langsung pecat,” ungkapnya, Sabtu (19/12).

ADVERTISEMENT

Dia menjelaskan, saat itu pada Minggu Januari 2022 dirinya tak kerja karena ibadah. Namun pihak hotel menyuruh untuk kerja pada hari itu juga.

“Saya selama ini hari libur kerja pada Minggu dan saat ini pihak menajemen menyuruh masuk. Tapi karena ibadah saya tak masuk,” ujarnya.

Baca: Soal Aduan Karyawan Hotel Andos, Kadisnaker Batam Kaget Tidak Ada BPJS Ketenagakerjaan

ADVERTISEMENT

Seusai komunikasi dengan manager (Natalin kristina) melalui pesan WhatsApp. Lalu ia dikeluarkan dari sejumlah grup milik Hotel Ondos.

“Hari Senin 10 Januari 2022 seperti biaya saya masuk dan isi absen. Saat itu Natalin datang dan mengusir saya, dan memberikan surat memo internal pemutusan hubungan kerja,” kata Doharjo.

Sementara pihak Ondos Hotel Natalin Kristina saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp dan telepon seluler belum merespons kepripedia terkait pemutusan kerja dan tidak terdaftarnya karyawan tersebut ke BPJS tenagakerja.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 138 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Penjelasan RSUD Dabo Soal Tudingan Tolak Rawat Inap Pasien: Sudah Dicek Diarahkan Rawat Jalan

22 Mei 2022 - 21:02 WIB

Cerita Keluarga Pasien Asal Bukit Keliling yang Keluhkan Layanan UGD di RSUD Dabo

22 Mei 2022 - 20:58 WIB

DKPKH Diminta Data Sapi Lokal Guna Penuhi Kebutuhan Rutinitas dan Idul Adha

22 Mei 2022 - 12:56 WIB

Baznas Kepri Himpun Zakat Sebesar Rp 1,016 Miliar Selama Ramadhan

22 Mei 2022 - 12:02 WIB

Terbukti Jadi Korban Skimming, Bank Riau Kepri Bayarkan Kerugian Nasabah di Batam

21 Mei 2022 - 16:56 WIB

Pasca Vonis Apri Sujadi, Pemprov Tunggu Usulan Pengangkatan Bupati Bintan Definitif

21 Mei 2022 - 16:25 WIB

Trending di Warta
advertisement