Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 21 Apr 2022 15:32 WIB ·

Kuasa Hukum Penggugat Presiden, Kejagung, dan Polri: DPO Tidak Ditindaklajuti, 2 Tersangka Tidak Tahan


 Penyidik senior Polres Karimun dihadirkan di dalam persidangan, Kamis (21/4). Foto: Khairul S/kepripedia.com Perbesar

Penyidik senior Polres Karimun dihadirkan di dalam persidangan, Kamis (21/4). Foto: Khairul S/kepripedia.com

ADVERTISEMENT
advertisement

Kuasa hukum penggugat Presiden, Kejagung, hingga Polri, Jhon Asron Purba, menilai penanganan perkara atas pembunuhan orang tua dari kliennya pada tahun 2002 lau cenderung terjadinya kejanggalan. Hal ini diperkuat dengan kesaksian saksi penyidik yang dihadirkan dalam sidang, Kamis (21/4).

Menurut Jhon, kejanggalan terjadi sesuai dengan pernyataan saksi yang menyatakan tidak pernah menerima perintah untuk menindaklanjuti pelaku yang masuk dalam DPO, termasuk 5 pelaku DPO pembunuhan terhadap Taslim alias Cikok.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Nah ini ada penyidik senior, sudah 16 tahun bertugas. Sama sekali tidak pernah ditugaskan mencari DPO. Padahal, kasus ini adalah pembunuhan berencana. Artinya tidak ada diapa-apain ini DPO,” kata Jhon, Kamis (21/4).

Meski aspek tindaklanjut terhadap upaya kepolisian untuk memburu keberadaan para DPO bukan menjadi objek dari materi gugatan pihaknya. Namun, kejanggalan juga terjadi mengapa dua pelaku yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh majelis hakim kala itu tidak menjalani hukuman atas keterlibatanya dalam pembunuhan Taslim.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Tapi objek kita bukan pada DPO. Namun yang dua tersangka tadi, yang si pengusaha masih duduk manis, di mana sesuai penetapan hakim harus ditahan. Sampai sekarang masih kipas-kipas,” jelasnya.

Sementara dalam kesaksiaanya, Saksi penyidik Satreskrim Polres Karimun Ipda Mampe Tua Silitonga, sempat menghantarkan surat pemanggilan kepada Robiyanto untuk dimintai keterangan atas laporannya mengenai tidak dijalankannya penetapan hakim atas dua tersangka yakni AE dan AF.

ADVERTISEMENT

“Saya tidak termasuk di dalam tim yang menindaklanjuti aduan masyarakat terkait tidak dijalankannya putusan itu.
Saya tahu kronologis singkat bahwa terjadi pembunuhan terhadap Taslim tahun 2002 lalu. Sudah divonis 2 orang, sementara DPO ada 5 orang tersangka,” kata dia dalam kesaksiannya.

Namun begitu, saksi mengakui pernah menghantarkan secara langsung surat pemanggilan kepada Robiyanto untuk dimintai keterangan atas laporannya pada tahun 2020 lalu.

“Saya memang pernah mengantar surat ke Robiyanto ke rumahnya di Kapling. Surat untuk dimintai keterangan di kantor. Saat itu kondisi yang bersangkutan baik-baik saja,” ungkapnya

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 159 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

3 dari 7 Pelaku Pengiriman PMI Ilegal di Bintan Merupakan Ayah dan Anak

6 Juli 2022 - 20:53 WIB

Kepergok Curi Kipas Angin, Maling di Batam Diamankan dan Diikat Warga

6 Juli 2022 - 20:35 WIB

Setelah Viral Dirusak, Kini Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Pelantar Tempat Wisata Kota Rebah

6 Juli 2022 - 13:22 WIB

7 Pelaku Penyelundupan PMI Ilegal dari Bintan ke Malaysia Ditangkap Polisi

5 Juli 2022 - 22:01 WIB

Kurang dari 24 Jam, Pencuri Motor di Batam Ini Ditangkap

4 Juli 2022 - 21:50 WIB

Polisi Tangkap Spesialis Curanmor yang Beraksi di Tanjungpinang dan Bintan

4 Juli 2022 - 16:47 WIB

Ilustrasi pencurian dan maling motor
Trending di Hukum Kriminal
advertisement