Menu

Mode Gelap

Nasional · 8 Feb 2022 07:15 WIB ·

Pensiun dari TNI ini Jabatan Baru Mantan Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo


 Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Dr HC Doni Monardo, Foto: Egy Masadiah Perbesar

Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Dr HC Doni Monardo, Foto: Egy Masadiah

ADVERTISEMENT
advertisement

Mantan ketua satuan tugas penanganan pandemi COVID-19, yang juga mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. (H.C.) Doni Monardo sempat tampil aktif dan dikenal banyak orang, ketika COVID-19 memuncak sejak masuknya hingga gelombang kedua puncak COVID-19.

Pada tahun 2021 yang lalu, nama jenderal bintang tiga tersebut memasuki masa pensiun dan tidak lagi aktif sebagai anggota TNI, maupun ketua Satgas dan Kepala BNPB. Selayaknya banyak jenderal TNI terjun ke partai politik baik bergabung dengan partai yang sudah ada, maupun mendirikan partai sendiri.

Doni Monardo meski memiliki ketenaran nama, namun memilih cara sendiri untuk tetap berkiprah bagi masyarakat nusa dan bangsa.

Pria kelahiran Cimahi Jawa Barat ini, memiliki tugas baru memimpin Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) dan memulai rapat perdananya pada Senin (07/02/2022) yang lalu.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Anda tahu produsen furniture merek Ligna kan? Yang iklannya ‘kalau sudah duduk lupa berdiri’. Nah, sekarang Ligna ke mana?”

Celetukan awal sebagai pembuka kata, pada pertemuan acara tatap muka bersama pengurus pusat PPAD dan para ketua PPAD provinsi, di Hotel Yuan Garden, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (7/2/2022).

ADVERTISEMENT

“Sekarang yang ada hanya Ikea. Itu artinya, kita ‘dijajah’ Ikea. Sementara, Ligna yang milik putra bangsa, tergusur,” ujar Doni.

Berbicara di hadapan lebih dari 100 orang pengurus PPAD pusat dan daerah, Doni begitu antusias mengajak para purnawirawan untuk berbuat untuk bangsa. Ketika pengabdian sebagai prajurit berakhir, bukan berarti selesai pula dalam bertugas dan mengabdi kepada bangsa dan negara.

Bedanya, jika dulu memanggul senjata, utamanya di bidang keamanan dan pertahanan negara, saat ini lain. “Sekarang kita berjuang untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

ADVERTISEMENT

Karena itulah, Doni Monardo menegaskan ihwal politik PPAD ke depan. Bukan politik praktis kekuasaan, melainkan politik kesejahteraan. “Yang urus politik praktis sudah ada, yakni partai politik. Yang mengurus ideologi dan konstitusi juga sudah ada. Para purnawirawan saya ajak untuk mengurus kesejahteraan dengan membangun jiwa wirausaha,” ujarnya.

Doni berkisah awal mula dirinya memimpin organisasi purnawariwan tersebut, diakuinya dia mulai dipercaya para senior menjadi Ketum PPAD 2021 – 2025 pada Munas IV PPAD, 14 – 15 Desember 2021. Doni menggantikan Letjen TNI Purn Kiki Syahnakri.

“Para senior dan sesepuh menghubungi saya. Mereka kurang lebih mengatakan, ‘Don, kamu sudah melakukan banyak hal, tapi ada satu yang belum, yaitu mensejahterakan purnawirawan,” ujar Doni menirukan pesan para senior kepadanya.

ADVERTISEMENT

“Itulah yang menjadi pemikiran saya. Lebih baik hari ini dan ke depan kita memikirkan diri sendiri dan lingkungan kita, syukur-syukur bisa membantu negara. Kalau dulu kita berjuang, terutama bapak-bapak yang lebih senior, di berbagai medan operasi, melawan Belanda di Papua, operasi Seroja, Operasi di Kalimantan Utara, dan lain-lain. Terakhir, dalam keadaan sulit kerusuhan Mei 1998, TNI termasuk ambil bagian menjaga keutuhan NKRI yang hampir pecah,” papar Doni.

“Old soldiers never die, they simply fade away” adalah slogan yang paling pas untuk para purnawirawan. Setelah tugas sebagai prajurit selesai, tidak ada kata surut. Kita harus terus mengabdi di lahan pengabdian yang berbeda. “Saya prihatin kalau mendengar dan membaca berita purnawirawan digusur dari rumah dinas. Bayangkan, puluhan tahun mengabdi untuk negara, tapi di akhir tugas kena gusur,” ujar Doni.

Kembali Doni menegaskan, atas pertimbangan itu semua, maka Doni menyampaikan tidak ada pilihan lain kecuali membawa PPAD ke arah kesejahteraan. Terlebih, masalah kesejahteraan bukan hanya milik orang-per-orang, tetapi masalah bangsa.

ADVERTISEMENT

Hanya bangsa yang sejahtera yang mampu membangun kekuatan negaranya. Sebaliknya, bangsa yang tidak sejahtera, akan menjadi bangsa yang lemah. Doni mengajak para purnawirawan bergerak sesuai bidang keahlian. Setiap daerah juga punya potensi yang bisa dikembangkan.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 300 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

ADVERTISEMENT
advertisement
advertisement
Baca Lainnya

LKLH Temui Dirjen Kemen LHK, Bahas Pengawasan dan Pengendalian Isu Lingkungan

20 September 2022 - 09:04 WIB

Ketua Dewan Pers Prof Azyumardi Azra Meninggal Dunia

18 September 2022 - 16:13 WIB

Telkom dan Bappenas Siapkan Sistem Data Katalog Nasional Satu Data

16 September 2022 - 08:23 WIB

Sah! Plt Ketum PPP Serahkan SK Menkumham ke KPU

13 September 2022 - 08:05 WIB

Tarif Ojek Online Naik Mulai 10 September 2022, Ini Daftar Harganya

8 September 2022 - 10:37 WIB

Badan Makanan Singapura Tarik Saus dan Kecap Manis ABC Buatan RI

8 September 2022 - 09:36 WIB

Trending di Nasional
advertisement