Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 7 Feb 2024 11:32 WIB

Polda Kepri Tangkap 2 Pelaku Penambang Pasir Ilegal di Batam


					Polisi memamerkan barang bukti yang diamankan dari aktivitas penambangan pasir ilegal di kawasan Nongsa, Batam. Foto: Ist/kepripedia.com Perbesar

Polisi memamerkan barang bukti yang diamankan dari aktivitas penambangan pasir ilegal di kawasan Nongsa, Batam. Foto: Ist/kepripedia.com

Ditreskrimsus Polda Kepri mengamankan 2 tersangka kasus tindak pidana tambang pasir ilegal yang terjadi di wilayah Batu Besar, Nongsa, Kota Batam.

Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Putu Yudha Prawira, kasus tersebut terungkap dari adanya dua Laporan Polisi yang terdiri dari Laporan Polisi Nomor: LP-A/1/I/2024/SPKT-KEPRI tanggal 9 Januari 2024 dan Laporan Polisi Nomor: LP-A/4/I/2024/SPKT-KEPRI tanggal 29 Januari 2024 tentang kasus tambang pasir ilegal.

ADVERTISEMENT

“Kejadian ini terjadi pada tanggal 8 Januari 2024 dan 29 Januari 2024 di mana 2 tersangka yang diamankan adalah inisial HK dan inisial SD. Modus operandi mereka ini hampir sama sebenarnya yaitu pelaku melakukan penambangan pasir dengan menggunakan mesin dompeng, pipa paralon, selang, cangkul, sekop, saringan pasir dan mobil dump truck, yang mana kegiatan penambangan tersebut tidak memiliki izin,” ucap Kombes Pol Putu Yudha Prawira, saat Konferensi Pers di Hanggar Cakra Buana Samapta Polda Kepri, Selasa (6/2).

Dari kasus ini, polisi menyita 2 unit mesin dompeng, 2 unit kendaraan roda empat, pipa paralon, selang, buku catatan, dan puluhan meter kubik pasir yang diduga hasil penambangan.

“Untuk kerugian negara dari tersangka inisial HK sebesar Rp 150.000.000, selama 2 bulan beraksi dan untuk kerugian negara dari tersangka inisial SD kurang lebih sebesar RP. 1.800.000.000, selama 2 tahun,” jelasnya.

Akibat dari perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 158 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara Sebagaimana Telah Diubah Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000.000,00.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

2 Pelaku Penyelewangan BBM Subsidi di Batam Diamankan Polisi, Begini Modusnya

13 Juni 2024 - 10:25 WIB

Barang bukti penyelewengan BBM Subsidi yang diamankan Ditreskrimsus Polda Kepri

Pria di Batam Culik dan Cabuli Gadis 14 Tahun

11 Juni 2024 - 12:48 WIB

IMG 20240611 WA0012 11zon

Pemuda 24 Tahun di Karimun Ditangkap Usai Gondol Besi Penutup Selokan

10 Juni 2024 - 13:30 WIB

IMG 20240610 WA0005 11zon

Dugaan Kasus Pemalsuan Surat Tanah, Hasan Terancam 8 Tahun Penjara

10 Juni 2024 - 09:16 WIB

Kadiskominfo Kepri Hasan

Diperiksa Belasan Jam, Hasan Resmi Ditahan di Mapolres Bintan

8 Juni 2024 - 10:37 WIB

IMG 20240608 WA0008

Hasan Akhirnya Jalani Pemeriksaan Kasus Pemalsuan Surat Tanah

7 Juni 2024 - 16:12 WIB

IMG 20240607 WA0045
Trending di Hukum Kriminal