Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 4 Agu 2022 10:44 WIB ·

Respons Kadisdik Soal Oknum Guru SD Cabuli Belasan Siswa di Kundur


 Tersangka oknum guru cabuli disalah satu SD Negeri di Kecamatan Kundur, MK. Foto: Khairul S/kepripedia.com Perbesar

Tersangka oknum guru cabuli disalah satu SD Negeri di Kecamatan Kundur, MK. Foto: Khairul S/kepripedia.com

ADVERTISEMENT
advertisement

Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, merespons kasus pencabulan yang dilakukan seorang oknum guru disalah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Kundur.

Kepala Dinas Pendidikan Karimun, Sugianto, mengecam aksi bejat pelaku yang seharusnya menunjukkan perilaku bermoral sebagai seorang tenaga pengajar.

“Kita kecewa dengan tindakan ini, karena tidak menunjukkan menjalankan dan menjalankan tugas sebagai seorang guru,” ungkap Sugianto, Rabu (3/8).

Ia menjelaskan, kasus ini sebelumnya juga telah dilakukan mediasi, baik pihak orang tua, pelaku hingga pihak sekolah agar tidak terjadi aksi-aksi serupa yang bisa mencoreng dunia pendidikan di Karimun.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Di sekolah mana pun dan di jenjang apapun, supaya benar-benar mengikuti kode etik guru, supaya benar-benar mendidik, mengajar, membimbing dan memberi ilmu terbaik untuk masa depan peserta didik,” ungkap dia.

Selama ini, kata dia, Disdik Karimun terus memantau proses belajar mengajar di masing-masing sekolah melalui pengawas koordinator wilayah di setiap kecamatan.

ADVERTISEMENT

“Masalah pengawasan kita tetap pantau setiap aktivitas seluruh sekolah pada semua jenjang, sehingga kasus-kasus di sekolah dan prestasi cepat dipantau,” jelasnya.

Baca: Oknum Guru SD di Kundur Karimun Lakukan Pelecehan 11 Siswa Laki-laki

Dalam kasus ini, oknum guru berinisial MK (47) ditetapkan tersangka karena diduga telah melakukan perbuatan asusila terhadap belasan siswa.

Modus pelaku dalam aksinya, mengimingi korban dengan nilai tinggi. Beberapa di antaranya juga dipanggil ke ruangan UKS dengan alasan akan diterapi.

ADVERTISEMENT

“Jadi korban diimingi nilai tinggi. Selain itu, ada juga modusnya memanggil korban ke UKS, alasannya akan diterapi,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Toni Pantano, dalam keterangannya, Rabu (3/7).

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 40 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

ADVERTISEMENT
advertisement
advertisement
Baca Lainnya

Tak Jera, Residivis Ini Kembali Diringkus Usai Mencopet di Pasar Tos 3000 Jodoh

11 Agustus 2022 - 12:57 WIB

Polisi Ringkus Jambret di Tanjung Uma, Sudah 20 Kali Beraksi di Wilayah Batam

11 Agustus 2022 - 12:11 WIB

Kapolri Tegaskan Beri Hukuman Terberat untuk Ferdy Sambo dan Anak Buah

9 Agustus 2022 - 20:10 WIB

Penyalur PMI Ilegal di Pelabuhan Internasional Batam Ditangkap, Untung Rp 1 Juta per Korban

8 Agustus 2022 - 21:00 WIB

Kurang 24 Jam, 3 Pencuri Toko Cakrawala Petshop Sagulung Diringkus

8 Agustus 2022 - 18:07 WIB

Marak Penipuan Modus Anak Masuk RS di Batam, Ini Kata Polisi

5 Agustus 2022 - 20:35 WIB

Trending di Hukum Kriminal
advertisement