Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 24 Mei 2022 15:01 WIB ·

Satu Pelaku Skimming Bank Riau Kepri di Batam WNA Asal Bulgaria


 Konferensi pers pelaku skimming Bank Riau Kepri, Selasa (24/5). Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Konferensi pers pelaku skimming Bank Riau Kepri, Selasa (24/5). Foto: Zalfirega/kepripedia.com

ADVERTISEMENT
advertisement

Tiga pelaku kasus skimming Bank Riau Kepri Cabang Batam berhasil diringkus Polda beberapa waktu lalu.

Di antara ketiga pelaku, satu merupakan  warga negara asing (WNA) asal Bulgaria berinisial VT. Dalan aksinya ini VT dibantu oleh 2 orang warga negara indonesia (WNI) berinisial JP alias J dan CCM.

ADVERTISEMENT
advertisement

“WNA inisial VT ini dibantu kekasihnya untuk melakukan pencurian uang nasabah bank Riau Kepri modus skimming,” ujar Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kepri Kombes Pol Teguh Widodo didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt dalam jumpa pers di Polda Kepri, Selasa (24/5).

Dijelaskannya, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain karena VT diduga bekerja sama dengan seseorang inisial A yang juga diduga warga asing.

ADVERTISEMENT
advertisement

“VT ini diduga kerja sama dengan orang inisial A diduga WNA, yang mengolah data seluruh dan kemudian dilempar lagi ke VT,” katanya.

Baca: Pelaku Skimming Bank Riau Kepri Ditangkap Saat Hendak Pergi ke Lombok

Kombes Teguh menyebutkan bahwa VT sebelum beraksi terlebih dahulu menyalin informasi yang didapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit dari korban.

ADVERTISEMENT

“VT ini dapat data diolah dan dikirim ke inisial A, kemudian baru dikirim lagi ke VT dan disanalah bisa digunakan seperti ATM,” kata dia.

Pelaku ini, sebutnya, kemudian menyasar tiga mesin ATM yang berada di wilayah Batam. Pihak bank sendiri mengalami kerugian Rp 800 juta dengan korban sebanyak 50 nasabah.

“Jadi uangnya tersisa hanya Rp 250 juta dan lainnya sudah habis untuk kebutuhan hidup sehari,” terang dia.

ADVERTISEMENT

Baca: Terbukti Jadi Korban Skimming, Bank Riau Kepri Bayarkan Kerugian Nasabah di Batam

Dalam kesempatan itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt, turut menambahkan, pelaku ditangkap di Lombok beberapa waktu lalu. Ia kemudian digiring petugas tim Ditreskrimsus ke Batam Senin (23/5) sore.

“Jadi begitu kita menerima laporan dari pihak bank dan dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan hingga berhasil mengamankan pelaku,” imbuh Kombes Harry.

Kini, untuk mempertanggungjawabkan perbuatan pelaku dijerat pasal 48 ayat 2 Jo 30 ayat 2 atau pasal 31 ayat 2 Jo pasal 36 UU informasi transaksi elektronik. Kemudian dikenakan pasal 56 ayat 1 Jo pasal 56 ayat 1 KHUP dengan ancaman denda Rp 12 miliar dan 12 tahun penjara.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 34 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

3 dari 7 Pelaku Pengiriman PMI Ilegal di Bintan Merupakan Ayah dan Anak

6 Juli 2022 - 20:53 WIB

Kepergok Curi Kipas Angin, Maling di Batam Diamankan dan Diikat Warga

6 Juli 2022 - 20:35 WIB

Setelah Viral Dirusak, Kini Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Pelantar Tempat Wisata Kota Rebah

6 Juli 2022 - 13:22 WIB

7 Pelaku Penyelundupan PMI Ilegal dari Bintan ke Malaysia Ditangkap Polisi

5 Juli 2022 - 22:01 WIB

Kurang dari 24 Jam, Pencuri Motor di Batam Ini Ditangkap

4 Juli 2022 - 21:50 WIB

Polisi Tangkap Spesialis Curanmor yang Beraksi di Tanjungpinang dan Bintan

4 Juli 2022 - 16:47 WIB

Ilustrasi pencurian dan maling motor
Trending di Hukum Kriminal
advertisement