Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 24 Mei 2024 13:52 WIB

Upaya Kuasa Hukum Keluarga Halimah Akan Berlanjut hingga ke Panglima TNI dan KSAD


					Koordinator kuasa hukum keluarga korban, Dr Parningotan Malau. Foto: Hairul S/kepripedia.com Perbesar

Koordinator kuasa hukum keluarga korban, Dr Parningotan Malau. Foto: Hairul S/kepripedia.com

Tim kuasa hukum keluarga Halimah (31) terus melakukan upaya hukum untuk membuat terang benderang kasus yang menewaskan janda empat anak itu di perumahan Sinar Indah 2, Leho, Tebing pada 17 Februari 2024 lalu.

Dalam waktu dekat kuasa hukum yang terdiri dari 15 orang pengacara akan melayangkan surat ke Panglima TNI, KASAD dan Puspom TNI AD untuk turut mengawasi jalannya proses hukum yang melibatkan oknum anggota TNI bernama Pratu Fatria Saragih yang tidak lain adalah pacar korban.

ADVERTISEMENT

“Kami bersama tim akan mengirim surat ke Panglima, KSAD dan Puspom AD agar kasus ini bisa terus diawasi oleh mereka,” ungkap koordinator kuasa hukum keluarga korban, Dr Parningotan Malau, saat menggelar konferensi pers di Karimun, Jumat (24/5).

Malau menjelaskan, langkah hukum tersebut dilakukan untuk menjamin proses penegakan hukum yang adil bagi keluarga korban. Terutama fokus pada sanksi hukum yang akan dijatuhkan kepada Pratu Fatria Saragih.

Melalui surat tersebut, tim kuasa hukum juga akan meminta kepada Mahkamah Militer agar segera menggelar persidangan terhadap kasus ini.

“Ini harus transparan agar sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku serta memberikan keadilan bagi keluarga korban,” katanya.

Kemudian, tim kuasa hukum menilai penerapan Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan junto Pasal 531 KUHP tentang pembiaran terhadap peristiwa yang mengancam jiwa seseorang tidak tepat dan menyimpang dari fakta peristiwa yang terjadi.

“Kami juga memohon Danpus POM AD mengawasi agar penyidik POM Batam tidak menggiring perbuatan tersangka pada Pasal 351 dan 531 KUHP melainkan pasal 338 dan 340 tentang pembunuhan,” bebernya.

Sejauh ini, Pratu Fatria Saragih telah ditetapkan sebagai tersangka atas peristiwa tewasnya Halimah (31) pada 17 Februari 2024 lalu. Fatria merupakan sosok terakhir yang berada di kediaman korban sebelumnya ditemukan tak bernyawa.

ADVERTISEMENT
Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Bea Cukai Tanjungpinang Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp 2,8 Miliar

25 Juni 2024 - 11:59 WIB

IMG 20240625 WA0002 11zon

Pasutri Mucikari di Tanjungpinang Peroleh Keuntungan Fantastis dari Bisnis Prostitusi

23 Juni 2024 - 17:19 WIB

IMG 20240623 WA0027 11zon

Sabu dan Ganja Digagalkan Masuk Lapas Narkotika Tanjungpinang, 2 Pelaku Diamankan

23 Juni 2024 - 12:46 WIB

IMG 20240623 WA0016 11zon

Kejari Karimun Musnahkan Barang Bukti Rokok Ilegal Tahap II: Total 2.990 Karton

21 Juni 2024 - 13:14 WIB

IMG 20240621 120650 11zon

Polisi Ringkus Sepasang Suami-Istri di Tanjungpinang karena Jadi Mucikari

20 Juni 2024 - 18:35 WIB

IMG 20240620 WA0041 11zon

Gelapkan Uang Perusahaan Capai Rp 8 Miliar, Oknum Karyawan di Bintan Ditangkap Polisi

19 Juni 2024 - 18:52 WIB

IMG 20240619 WA0028
Trending di Hukum Kriminal